Komisi VI Puja-puji Sri Mulyani, Ada Apa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sumber :
  • Antara

VIVA.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mewakili Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada hari ini, Rabu 24 Agustus 2016, menggelar rapat kerja bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, dengan agenda pembahasan rights issue dan rencana pembentukan holding BUMN.

Sri Mulyani yang baru genap satu bulan menjabat sebagai Menkeu, menggantikan posisi Menteri BUMN RIni Soemarno dalam rapat kerja bersama Komisi VI, lantaran Rini Soemarno yang masih menjalani masa larangan untuk mengikuti rapat kerja di gedung parlemen.

Menkeu dalam rapat kerja tersebut memaparkan secara lugas, rangkaian program privatisasi Kementerian BUMN - termasuk rights issue -, sampai dengan tujuan pemerintah yang berencana melebur sejumlah perusahaan pelat merah, demi meningkatkan kualitas BUMN dalam negeri.

Beberapa Fraksi Komisi VI pun tak segan menghaturkan puja-pujinya kepada Menkeu. Salah satunya, datang dari Anggota Komisi VI Fraksi Partai Nasdem, Zulfan Lindan. Menurutnya, kemampuan yang dimiliki Menkeu Sri Mulyani jauh di atas rata-rata, dan bahkan layak menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Tidak salah Presiden (Joko Widodo) memanggil beliau kembali ke Indonesia. Kalau pemilu besok Ibu Sri mencalonkan diri sebagai Presiden, saya mendukung Ibu menjadi Presiden," jelas Zulfan dalam rapat kerja bersama pemerintah di gedung parlemen  Jakarta.

Selain dari Fraksi Partai PAN, pujian pun kembali datang dari Anggota Komisi VI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo. Bambang menyakini, mantan Direktur Operasional Bank Dunia itu mampu mengemban tugas yang dipercayakan oleh Presiden dengan baik.

“Saya yakin dan percaya, bahwa Ibu adalah sosok yang tegas dan idealis, serta mampu menjalankan amanah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VI Fraksi Partai Golongan Karya Endang Srikarti, bahkan mengaku sangat bangga sebagai seorang perempuan, karena sosok Sri Mulyani yang mampu membawa nama Indonesia di dunia internasional, dengan caranya sendiri.

“Izinkan saya menyambut Ibu Sri Mulyani di Komisi VI. Melihat kapasitas dan pengalaman Ibu, saya bangga menjadi perempuan,” kata dia. (asp)