Donald Trump Tuding Fed Palsukan Data Ekonomi AS

Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump.
Sumber :
  • REUTERS/Carlo Allegri

VIVA.co.id – Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menuding bank sentral AS, The Federal Reserve (Fed), melakukan kebohongan publik, dengan memalsukan data ekonomi AS untuk memuluskan spekulasi kebijakan suku bunga acuan di negara tersebut. 

Dilansir dari The Guardian, Selasa 7 September 2016, tudingan tersebut diutarakannya pada Senin waktu setempat. Trump Sebelumnya juga telah menuduh Fed mempertahankan tingkat suku bunga rendah untuk membantu kinerja Presiden Barack Obama. 

"Mereka (Fed) menjaga suku bunga di tingkat bawah, sehingga segala sesuatu yang lain (Ekonomi) tidak turun," ujar dia. 

Dalam kampanye yang dilakukannya di Ohio tersebut, Trump juga mengatakan, kepalsuan saat ini sedang menyelimuti perekonomian AS. Hal tersebut dinilai merupakan bom waktu yang dapat menghancurkan AS di masa depan. "Satu-satunya hal yang kuat adalah pasar saham buatan," tegasnya.

Pernyataan trump tersebut langsung direspons  rivalnya, Hillary Clinton, calon presiden dari Partai Demokrat. Saat berbincang dengan para jurnalis di pesawat kampanye-nya, Hillary menyatakan, pernyataan Trump itu menunjukkan ketidaksiapan untuk menjadi presiden. 

"Anda (Trump) tidak harus mengomentari Fed, kata-kata memiliki konsekuensi, kata-kata bisa disalahartikan oleh pasar," tegasnya. 

Seperti diketahui, Gubernur The Fed Janet Yellen bulan lalu mengatakan, bank sentral AS semakin dekat dengan kebijakan menaikkan suku bunganya saat ini. Jika perekonomian AS dalam kondisi baik dan stabil, bulan ini rencananya awal bulan ini kebijakan tersebut akan dilakukan.