Arogan, Ahmad Dhani Ditolak jadi Wakil Bupati Bekasi

Musisi Ahmad Dhani bersama perwakilan warga Kampung Aquarium yang tergabung dalam gerakan 'Orang Kita' mendeklarasikan dukungan kepada Rizal Ramli untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2017, Jumat (5/8).
Sumber :
  • ANTARA/Reno Esnir

VIVA.co.id – Gagal maju menjadi calon di ajang Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahmad Dhani tidak menyerah begitu saja. Ia masih tetap berambisi menjadi pemimpin, dengan ikut bursa calon pemilihan Bupati Bekasi.

Dhani mengincar posisi Wakil Bupati Bekasi. Namun sayang, niatnya memimpin Bekasi tak sepenuhnya mendapat dukungan rakyat. Bahkan mayoritas penduduk Bekasi, terutama ibu-ibu menolak Dhani maju di ajang tersebut.
 
Dwi Kartika (30) seorang ibu rumah tangga yang tinggal di perumahan Setia Mekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengungkapkan, dia dan sejumlah warga perumahan khususnya ibu-ibu banyak menolak jika Dhani menjadi wakil bupati di periode mendatang.
 
“Kagak ada yang mau kalau Ahmad Dhani jadi wakil bupati. Emang dia bisa apa, ngerti Bekasi juga kagak,” kata ibu dua anak ini saat ditemui di rumahnya, Minggu 18 September 2016.
 
Menurut Ibu Kartika, sosok Dhani dikenalnya sebagai sosok yang arogan. Sehingga alasan itu pula yang membuat dia enggan mendukung bos RCM ini, menjadi pemimpin di Kabupaten Bekasi. “Saya mending pilih calon yang lain saja,” ujarnya.
 
Ia juga menilai Dhani tidak mampu membina rumah tangganya dengan baik. Sehingga dia tidak yakin Dhani bisa menjadi seorang pemimpin bagi warga di Kabupaten Bekasi.
 
“Ngurus rumah tangganya saja nggak becus, bagaimana mimpin rakyat. Dia juga sombong, makanya warga pada nggak suka sama dia,” ungkapnya.
 
Hal senada diungkapkan warga lainnya di Perumahan Taman Kebayoran, Tambun Selatan. Seorang Ibu rumah tangga, Ibu Ani mengatakan, Ahmad Dhani dianggapnya tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin karena, berkaca dengan kehidupan rumah tangganya.
 
“Saya tidak setuju kalau dia jadi wakil Bupati Bekasi, karena saya melihat dia saja kehidupan rumah tangganya nggak jelas, bagaimana mau jadi pemimpin,” kata Ani.
 
Lagipula, diakui Ani, sosok Ahmad Dhani itu dinilai orang yang selalu bermasalah dan penuh dengan konflik. Sehingga dia khawatir, apabila nanti Dhani memimpin masyarakat di Kabupaten Bekasi akan menjadikan daerah ini memiliki masalah dan konflik.
 
“Dia itu orang yang kontroversial dan tidak memiliki nilai keislaman dengan pernyataan soal pernikahan sesama jenis, jelas di Islam nggak boleh tapi dia malah mendukung nikah sesama jenis,” jelasnya.

Ani menyayangkan, calon bupati Sa’aduddin yang diusung partai Keadilan Sejahtera memilih pendamping Ahmad Dhani sebagai wakil Bupati. Padahal, masih banyak orang yang lebih baik dan mengerti bagaimana memimpin masyarakatnya.
 
“Sebetulnya Pak Sa’aduddinya nggak ada masalah, tapi yang masalah Ahmad Dhani-nya. Jadi saya dan warga d isini yang awalnya mau pilih pak Sa’aduddin, jadi nggak mau pilih karena Ahmad Dhaninya,” ungkap ibu satu anak ini.
 
Sebelumnya, Ketua DPC PKS Kabupaten Bekasi, Muhammad Nuh mengatakan, pihaknya memberikan waktu kepada Ahmad Dhani terkait padangan dan isu negatif yang muncul di masyarakat agar dia bisa mengklarifikasi isu negatif yang menyerangnya tersebut.
 
“Kita berikan waktu Dhani bisa menyelesaikan isu negatif yang ditujukan kepadanya. Dan sejauh ini, dia pun mengaku siap untuk langsung turun ke masyarakat untuk memberikan klarifikasi. Bahkan, diapun siap untuk meminta maaf kalau ada yang dinilai salah dari masyarakat,” kata Nuh.