Rumah Modular Solusi Tercapainya Program Sejuta Rumah

Contoh rumah murah
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

Meski demikian, kata Syarif, pembangunan rumah modular untuk wilayah Indonesia yang jauh dari tempat fabrikasi seperti di Papua, tentunya butuh ongkos yang lebih besar dalam pengangkutan komponen-komponen bangunannya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.

"Sekarang kita berproses terus, perusahaan fabrikasi kami undang, banyak yang punya modular. Tapi persoalan tempat seperti biaya transportasinya yang lebih mahal kalau di Papua, tapi kalau di Semarang atau Pulau Jawa tentu masih murah," terang Syarif. 

Belum familiar di masyarakat

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo mengatakan pihaknya mendukung adanya pembangunan rumah dengan sistem modular. Sebab, akan mempercepat waktu pembangunan perumahan dan tentunya dapat mendukung program sejuta rumah. 

"Jadi, itu merupakan salah satu alternatif bagi penyediaan rumah. Masalahnya, rumah ini belum familiar bagi masyarakat, tapi kalau di luar negeri seperti di Australia dan Selandia baru itu sudah pakai," kata dia.

Eddy mengungkapkan rumah modular kualitasnya cukup mumpuni, bahkan ada yang tahan api, tahan gempa, hingga tahan bom. Meski demikian, ia mengaku menunggu dukungan pemerintah dalam memperbanyak subsidi dalam penyediaan rumah.

"Rumah itu ada yang tahan gempa, tahan bom, tahan api, sudah dipraktikkan dan diuji di puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan)," ungkap dia. 

Kementerian PUPR sendiri saat ini telah memiliki rumah modular yang sudah dibangun di beberapa lokasi untuk program CSR bersama dengan perusahaan Semen. Rumah Instan Sehat Sederhana (Risha) dengan tipe 36 dipatok sebesar Rp47 juta per unit (di luar tanah), sehingga diklaim cocok mendukung program sejuta rumah.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) PUPR, Bernaldy, merincikan berbagai jenis dari rumah modular yang akan disediakan pemerintah, mulai dari Rumah Instan Sehat Sederhana (Risha), Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin), Rumah Instan Kayu (Rika) dan Rumah Instan Nusantara (Rista). 

Dalam pembangunan rumah ini, pemerintah akan menggaet pengembang perumahan dan peneliti. Rumah yang ditawarkan pemerintah tersebut pembangunannya hanya membutuhkan waktu dua hari.