Dimas Kanjeng Telah Melantik 150 Sultan
Senin, 3 Oktober 2016 - 17:13 WIB
Sumber :
"Saya punya niat baik. Di padepokan ada visi dan misi yang harus dilaksanakan, karena melakukan sesuatu yang benar," ujarnya.
Sementara itu, Bahrudin Nasori dari Fraksi Kebangkitan Bangsa merasa keberatan kalau di padepokan disebut santri. Terus terang saja, kata Bahrudin, itu mencoreng santri-santri yang ada di pesantren.
"Jadi sejak hari ini, detik ini juga Anda tidak boleh bicara santri lagi, bilang saja pengikut," katanya. (www.dpr.go.id)