Smartphone Samsung Makin Laris Usai Krisis Galaxy Note 7

Logo Samsung.
Sumber :
  • REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo

VIVA.co.id – Samsung masih mendapat ujian kepercayaan dari konsumen menyusul krisis Galaxy Note 7. Faktanya bisa dilihat dari survei yang menunjukkan sebagian konsumen kini emoh memakai produk ponsel pintar Samsung usai krisis Galaxy Note 7. 

Misalnya survei yang dilakukan platform e-commerce Branding Brand menunjukkan, 40 persen pengguna ponsel Samsung saat ini di Amerika Serikat mengaku kapok dan tak berniat membeli ponsel Samsung lagi di masa depan. Angka itu naik dari 34 persen dari survei sebelumnya. 

Namun menariknya, minat pada ponsel Samsung di Korea Selatan, tidak surut. Padahal di Korea Selatan, Samsung juga menarik produk Galaxy Note 7 dari pasaran. 

Laman The Korea Herald, Kamis, 20 Oktober 2016, melaporkan konsumen di Negeri Ginseng ini masih membeli smartphone andalan Samsung yang lainnya. 

Berdasarkan data dari perusahaan lokal Atlas Reserach and Consulting, usai Galaxy Note 7 ditarik dari pasaran, konsumen di Korea Selatan berburu ke produk Galaxy S7. Selama 6-12 Oktober, penjualan Galaxy S7 khususnya dengan penyimpanan 32 GB naik dengan pangsa pasar mencapai 16,1 persen. 

Fenomena itu juga sesuai dengan data dari tiga operator telekomunikasi besar setempat. Data tiga operator menunjukkan sekitar 15 ribu unit Galaxy S7 terjual tiap hari selama pekan lalu. Sebelumnya, selaris-larisnya penjualan Galaxy S7 dalam sehari menembus 10 ribu unit. 

Penjualan Galaxy S7 yang sudah ada di pasar Korea Selatan lebih dari enam bulan, menjadi pulih seiring keputusan penyetopan produksi Galaxy Note 7. 

Melihat respons positif atas Galaxy S7, Samsung kini memperkuat produksi dan pemasaran Galaxy S7. Pesaing Apple itu bahkan punya rencana untuk meluncurkan Galaxy S7 versi Coral Blue untuk mengobati kekecewaan konsumen atas krisis Galaxy Note 7.