Menkeu Klaim RAPBN 2017 Cerminan Fundamental RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, asumsi ekonomi makro dan postur belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 yang disepakati bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat merupakan cerminan dari kondisi perekonomian secara menyeluruh.

“Insya Allah telah mencerminkan perekonomian nasional, maupun tantangan yang dihadapi perekonomian global,” ujar Ani, sapaan akrab Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui di gedung parlemen Jakarta, Selasa 25 Oktober 2016.

Ani menjelaskan, dari sisi postur belanja yang disusun dalam RAPBN 2017, pemerintah tetap mempertahankan program-program prioritas, yang bertujuan untuk mendorong perekonomian, terutama disaat kondisi perlambatan ekonomi dunia dan melesunya aktivitas perdagangan internasional.

Namun, di sisi lain, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menekankan, ada beberapa hal yang mau tidak mau diterima oleh pemerintah. Yakni, defisit anggaran yang disepakati bersama Badan Anggaran sebesar 2,41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Dengan belanja yang masih membutuhkan momentum pertumbuhan, penerimaan negara yang juga tetap ambisius, maka defisit memang tidak bisa dihindari,” jelas dia.

Terlepas dari hal tersebut, Ani menegaskan, pemerintah tetap masih memiliki ruang fiskal yang terbuka untuk menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kali ini pemerintah lebih realistis dalam merumuskan kas keuangan negara tahun depan.

“Beban utang, dan tambahan utang yang akan kita lakukan pada 2017, masih bisa menghasilkan kegiatan ekonomi produktif yang bisa dipakai kurangi beban utang ke depan,” katanya.

Sebagai informasi, pemerintah bersama dewan parlemen telah menyepakati asumsi ekonomi makro dalam RAPBN 2017. Berikut rinciannya :

- Pertumbuhan ekonomi 5,1 persen
- Inflasi empat persen
- Tingkat Suku Bunga SPN 3 Bulan 5,3 persen
- Nilai tukar rupiah Rp13.300 per dolar AS
- Indonesian Crude Price (ICP) US$45 per barel
- Lifting Minyak 815 ribu barel per hari
- Lifting gas 1,15 juta barel setara minyak per hari.

(asp)