Melania Trump, Model Seksi yang Jadi First Lady

Donald Trump dan keluarga, sesaat usai kemenangannya menjadi Presiden AS.
Sumber :
  • Reuters/Mike Segar

VIVA.co.id – Ibu Negara Amerika Serikat (AS) selalu memainkan peran penting dalam kehidupan politik dan sosial. Meski tidak pernah didefinisikan secara resmi, Ibu Negara biasanya  berperan dalam mengatur Gedung Putih dan mendampingi presiden pada acara-acara resmi.

Dan dalam pemilihan presiden (pilpres) AS pada Selasa, 8 November 2016, kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump unggul dibanding Hillary Clinton. Trump menuju kursi presiden AS berikutnya, dan Melania akan menjadi First Lady atau Ibu Negara AS.

Dikutip dari New Sky, Melania merupakan mantan model seksi majalah dewasa kelahiran Slovenia pada tahun 1970. Dia merupakan putri Viktor Knavs, seorang diler mobil dan motor sekaligus seorang anggota Partai Komunis Slovenia, dan Amalija Knvas, pembuat pola pakaian anak-anak.

Dia yang memiliki saudari perempuan bernama Ines ini tumbuh di sebuah apartemen di Sevnica dan mengenyam pendidikan desain dan fotografi di Ljubljana. Wanita yang kini berusia 46 tahun tersebut memulai kariernya sebagai seorang model saat berusia 16 tahun dan dua tahun kemudian, dia menandatangani kontrak dengan agen model di Milan, Italia.

Melania beberapa kali muncul di sampul majalah Harper Bazaar, Vanity Fair dan pernah tampil polos di majalah Inggris GQ. Dia memiliki lini perhiasan dan perawatan kulit serta bisa berbicara dalam lima bahasa, Slovenia, Serbia, Inggris, Prancis dan Jerman.

Mantan model yang memiliki tinggi 180 centimeter ini bertemu dengan Donald Trump di sebuah acara Fashion Week di New York pada September 1998. Saat itu, Donald telah berpisah dengan istri keduanya, Marla Marples.

Mereka akhirnya bertunangan pada tahun 2004, dan menikah di Florida pada tahun berikutnya. Pesta pernikahan dengan mengenakan gaun pengantin berharga US$100 ribu, dihadiri Hillary dan Bill Clinton.

Pada Maret 2006, Melania melahirkan putra yang diberi nama Barron. Sementara Melania mendapat Green Card pada tahun 2001 setelah pindah ke AS lima tahun sebelumnya dan menjadi warga negara AS pada tahun 2006 atau setahun setelah pernikahannya.

Ketika ditanya oleh The New York Times pada tahun 1999, apa yang akan dilakukan jika suaminya menjadi presiden, Melania mengatakan ingin seperti Betty Ford atau Jackie Kennedy. Dia juga ingin berkampanye melawan cyberbullying karena merasa budaya di media sosial telah menjadi sangat berarti dan sulit serta berisi penghinaan yang didasarkan pada penampilan dan kecerdasan.

Dan dalam banyak kampanye yang dilakukan saat mendampingi suaminya, dia mengaku memberikan saran politik kepada Donald. "Saya memberi pendapat saya, banyak dan sering. Saya tidak selalu setuju dengannya, sehingga saya mengatakan apa yang saya pikirkan dan saya pikir itu penting dalam sebuah hubungan," tuturnya.