Jokowi dan PM Lee Perkuat Kemitraan Ekonomi RI-Singapura

Penandatanganan kerja sama Indonesia dan Singapura
Sumber :

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo dan tamunya, Perdana Menteri Lee Hsien Loong dari Singapura, hari ini  menyepakati sejumlah kerja sama, khususnya bidang ekonomi. Kesepakatan itu tertuang dalam perjanjian yang mereka tandatangani di Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Menurut presiden, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura merupakan kerja sama produktif dan terbuka. Jokowi mengatakan Singapura merupakan mitra utama Indonesia di bidang perdagangan dan investasi.

"Pertemuan ini kita sepakat untuk terus melakukan kerja sama ekonomi. Singapura mitra utama perdagangan investasi. Di tengah kelesuan ekonomi dunia, ekonomi Singapura masih tinggi, " kata Presiden di Wisma Perdamaian Semarang.

Pentingnya Singapura bagi Indonesia, lanjut Jokowi, terlihat dari jumlah investasi yang selama ini ditanam. Tercatat sejak bulan Januari hingga September 2016, jumlah investasi Singapura mencapai US$7,1 miliar. Kenaikannya bahkan mencapai 44 persen dibanding periode yang sama di tahun 2015 lalu.

"Harapannya, investasi ini terus meningkat termasuk di Batam dan Kendal.
Di Kendal, Kawasan Industri Kendal (KIK) ini ikon baru hubungan bilateral Indonesia Singapura, “ ujar Jokowi.

Reformasi Ekonomi

Selain masalah investasi, kedua negara juga bersepakat membahas masalah lain. Salah satunya, terkait refomasi ekonomi dan hukum Indonesia. Kesepakatan bidang itu diharapkan agar ekonomi Indonesia semakin kompetitif di masa mendatang.

"Ekonomi lain, kita juga bahas bidang pariwisata. MoU pariwisata yang tadi ditandatangani oleh Menteri Pariwisata Indonesia dan Singapura diharapkan memperkuat kerja sama dan pengembangan destinasi baru Indonesia, " tutur Presiden.

Dalam kunjungannya di Jawa Tengah, PM Singapura didampingi sembilan menterinya sore nanti juga akan bertolak ke Kendal. Mereka akan melakukan peresmian pembukaan Kawasan Industri Kendal 'Park The Bay'.  

KIK Kendal ini merupakan industri terpadu seluas 2.700 hektare yang dibangun PT Jababeka Tbk, bersama perusahaan raksasa asal Singapura, Sembawang Corporation (Sembcorp) melalui anak usahanya di Indonesia, Sembcorp Develompment Indonesia Pte.Ltd.

(ren)