Pertamina Patra Niaga Bersedia Akomodir Tuntutan Awak Tangki

Aksi demonstrasi sopir truk BBM di depo Petamina Jakarta, Selasa, 1 November 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Danar Dono

VIVA.co.id – Ratusan Awak Mobil Tangki PT Pertamina Patra Niaga menggelar aksi mogok kerja dalam dua pekan terakhir. Ada beberapa tuntutan yang menjadi alasan mereka melakukan aksi mogok. Salah satunya, yaitu menuntut dijadikan karyawan tetap.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Gandhi Sriwidodo, dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina mengatakan, perusahaan terus berupaya mengakomodir tuntutan yang dilancarkan oleh Awak Mobil Tangki (AMT). Namun, tak semuanya tuntutan tersebut akan terpenuhi.

"Beberapa tuntutan mereka bisa kami penuhi, dan bisa kami akomodasi," kata Gandhi, di Jakarta, Rabu 16 November 2016.

Sejumlah tuntutan dapat dipenuhi oleh perusahaan, misalnya dari permintaan tunjangan pensiun bagi AMT. Gandhi menegaskan, Patra Niaga akan berusaha mengakomodir tuntutan tersebut dengan meminta langsung kepada PT Sapta Sarana Sejahtera.

PT Sapta Sarana Sejahtera, merupakan perusahaan penyedia jasa yang disewa oleh Patra Niaga. "Akan kami atur sistemnya dalam kontrak kami, dengan penyedia jasa. Kami sudah meminta hak normatif, seperti kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), atau hak cuti supir," ujarnya.

Namun, untuk tuntutan AMT perihal pengangkatan menjadi karyawan tetap, Gandhi menegaskan, hal tersebut sama sekali tidak bisa dilakukan. Sebab, AMT hanya karyawan outsourcing (ahli daya) dari PT Sapta Sarana Sejahtera. Meski demikian, hal ini juga akan kembali dibicarakan oleh penyedia jasa tersebut.

"Kami tidak bisa penuhi, karena kami tidak punya ikatan hukum dengan perusahaan tempat mereka bekerja," kata dia.

Arus distribusi lancar

Meskipun AMT menggelar aksi mogok kerja, Gandhi memastikan arus distribusi pengiriman bahan bakar minyak dari depo Plumpang ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di berbagai wilayah tetap berjalan seperti biasanya.

Sebab, anak usaha PT Pertamina tersebut telah melakukan berbagai langkah antisipatif. Seperti misalnya, mendatangkan sopir mobil tangki di daerah-daerah, serta merekrut personel AMT baru untuk melancarkan distribusi BBM. (asp)