Nusa Dua, Surga UKM di Dunia Internasional

Parade Nusa Dua Fiesta 2010
Sumber :
  • ANTARA/Nyoman Budhiana

VIVA.co.id – Direktur Operasi PT Indonesia Tourism Development Corporation, Ngurah Wirawan mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bertugas di bidang pengembangan pariwisata di Nusa Dua Bali, perhelatan tahunan Nusa Dua Fiesta 2016, merupakan ajang etalase bagi Usaha Kecil Menengah di kancah internasional.

"Selama ini, kita mengenal Nusa Dua sebagai tempat penyelenggaraan konferensi internasional dan akomodasi hotel bintang lima. Seharusnya, kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk memperlihatkan potensi lokal kepada dunia," kata Wirawan, seperti dikutip dari keterangannya, Senin, 21 November 2016.

Penyelenggaraan kegiatan ini, tambahnya, untuk menunjukkan Nusa Dua Bali, merupakan kawasan terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk untuk memperkenalkan produk-produk usaha kecil dan menengah kepada wisatawan di kawasan tersebut.

“Sesuai tema NDF 2016, ‘Bring The World To Bali’, maka kami menyelenggarakan berbagi kegiatan yang melibatkan masyarakat lokal mulai dari lomba lari, sepeda santai, turnamen golf, pertunjukan musik, dan lain sebagainya untuk menarik pariwisata, kata Wirawan.

Seperti belum lama ini, Nusa Dua menjadi tempat penyelenggaraan kongres internasional mengenai Interpol, yang dihadiri 67 negara.. Hal itu, menunjukkan lokasi kawasan tersebut memang sudah dikenal di dunia, sehingga sepatutnya kalau kawasan ini dapat dimanfaatkan.

Wirawan mengatakan, di Nusa Dua terdapat zona yang memang diperuntukkan bagi masyarakat umum untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk dalam lima hari penyelenggaraan Nusa Dua Fiesta 2016 untuk kegiatan olah raga dan pertunjukan musik, di luar zona eksklusif seperti di lingkungan hotel.

"Kami memiliki ruang terbuka hijau seluas 50 hektare, yang memang diperuntukkan bagi masyarakat umum untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk diperuntukkan bagi UKM," ujar dia

Wirawan menambahkan, untuk pengembangan Nusa Dua, saat ini sudah seluruhnya tergarap, tinggal satu lot saja yang saat ini sedang tahap pekerjaan untuk hotel Shangri-La, yang ditargetkan pada 2018 sudah dapat beroperasi.

Hanya saja, diakuinya, sejumlah lokasi saat ada penyelenggaraan kegiatan internasional seperti saat kongres WTO, APEC, dan Interpol memang ditutup untuk umum, hanya ada beberapa yang memang masih dapat dipergunakan.

Seperti diketahui, Nusa Dua Fiesta telah dilaksanakan selama 19 kali, sejak 1996 dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang banyak ditunggu publik di Bali.

Wirawan mengatakan, kegiatan ini awalnya hanya kegiatan apresiasi hotel dan tenant kepada pengunjung di kawasan, serta menjadi sebuah pesta besar yang menjadi ajang penampilan atraksi seni, budaya, kuliner, olahraga, dan hiburan.

Kehadiran NDF juga makin melengkapi agenda para wisatawan di Bali, yang mulai bergeser dari kunjungan ke destinasi tradisional berbasis budaya, menjadi kegiatan wisata artifisial yang lebih bervariasi dan dinamis.

Apalagi, mengingat Nusa Dua sebagai pusat MICE tingkat dunia, memang membutuhkan banyak kegiatan tambahan sebagai penunjang kegiatan konferensi dan eksibisi.

Sejalan dengan waktu dan dinamika di lapangan, maka NDF juga mengalami perubahan dalam berbagai hal. Mulai dari jumlah, variasi dan skala kegiatan.

Beberapa kegiatan awal yang dulu pernah dilaksanakan mulai hilang, karena berbagai alasan dan kini mulai masuk beberapa kegiatan baru yang berbeda. Namun, diharapkan dapat memberi warna yang lebih menarik, sehingga NDF tidak menjadi tontonan yang monoton dari waktu ke waktu.

Tantangan ke depan adalah bagaimana peran setiap hotel dan tenant di kawasan Nusa Dua tetap terlihat nyata. Namun, mereka tidak merasa dipaksa melakukan kegiatan, karena merupakan bagian dari kontribusi sosial dan pencitraan perusahaan.

Di lain pihak, hadirnya puluhan ribu pengunjung dalam seluruh rangkaian kegiatan juga mampu meningkatkan nilai komersial kawasan, sehingga layak untuk dimanfaatkan bagi ajang promosi komersial bagi berbagai mitra sponsor yang berminat.

Konsep ini, kemudian diterjemahkan menjadi Pesta Seminggu Penuh di Kawasan Nusa Dua, berupa rangkaian kegiatan yang tiada henti dari pagi sampai malam, dilaksanakan pada berbagai venue di dalam lokasi seluas 350 hektare, yang masing-masing memiliki bentuk kegiatan berbeda dan jadwal yang terukur jelas, sehingga seluruh peserta, penonton, tamu, pengunjung, dan pemirsa TV maupun media sosial dapat menikmati suguhan tiada henti dan terus menerus berkelanjutan.

Peserta seluruh kegiatan NDF sangat bervariasi. Mulai dari golfer, pelari, pesepeda, penyelam, petenis, peserta pameran, pengukir es/buah, pedagang food truck dan tanaman, bartender, barista, penari, pemusik dan pekerja panggung. Namun, semuanya merupakan peserta yang akan berkontribusi. Termasuk, membayar biaya partisipasi.

Demikian juga, dengan para pengunjung. Menonton acara lari, sepeda dan pameran bisa saja gratis. Namun, untuk membeli makanan, tanaman dan kerajinan, serta menonton penyanyi favorit, wajar saja jika mereka harus membayar. Tapi semua akan tetap gembira, karena cukup banyak sponsor yang akan meluncurkan berbagai produk dan membuka kesempatan mencoba berbagai atraksi yang menarik di dalam kawasan.