Susul Filipina, RI Bangun Pembangkit Panas Bumi 1.513 MW

Pembangkit listrik dari energi terbarukan, panas bumi.
Sumber :
  • Dok. NREL

VIVA.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyatakan telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga  Panas Bumi (PLTP) sebanyak 1.513,5 Megawatt hingga kuartal III 2016 dari target sebesar 1.657,5 MW pada akhir tahun. 

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana mengatakan, pembangunan telah mencapai 92 persen dari target, yang disumbang tambahan dari Commercial Operation Date (COD) empat PLTP yang telah dioperasikan. 

"Sebentar lagi kita nyusul Filipina. Kalau Filipina kan sudah habis sumbernya. Lalu, pada 2021 kita akan susul Amerika Serikat," kata Rida saat berbincang di kantornya, Jumat 25 November 2016. 

Keempat PLTP tersebut, di antaranya PLTP Ulubelu Unit III dengan kapasitas terpasang sebesar 55 MW, PLTP Lahendong Unit V dengan kapasitas 20 MW, lalu PLTP Sarulla sebesar 110 MW, dan PLTP Lahendong unit VI sebesar 20 MW.

"Jadi ada 205 Megawatt yang kita bangun untuk geothermal (2016). Jadi, total sekarang ada sebesar 1.657,5 MW," kata dia. 

Di samping itu, kebutuhan listrik juga dipenuhi dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga bioenergi yang mencapai 1.895,7 MW hingga kuartal III. Jumlah ini 91 persen dari target 2.069,4 MW hingga akhir tahun.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kuartal III 2016 ada sebesar 6,61 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) sebesar 2,84 MW.

"Tapi, keduanya masih dalam tahap konstruksi," kata dia. 

Rida meyakini, ke depannya pembangunan dapat dilakukan dengan lebih baik dengan pengoptimalan penerimaan negara. Adapun, penerimaan negara di Subsektor EBTKE telah mencapai Rp504,58 miliar hingga kuartal III atau 80 persen dari target 2016 sebesar Rp630 miliar.

(mus)