Trump Stop TPP, Momentum RI Benahi Perdagangan Domestik

Aktifitas Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump berencana mengeluarkan negaranya dari perjanjian dagang Trans Pasific Partnership. Sementara pemerintah Joko Widodo yang mewacanakan RI masuk TPP kembali pertimbangkan rencananya. 

Pengamat Ekonomi yang juga Komisaris PT Bank Mandiri Tbk, Avilliani mengatakan, langkah yang diambil Trump tersebut adalah bentuk proteksi pada negaranya sendiri. Dia juga ingin memperbaiki perekonomian negaranya dengan membangun berbagai infrastruktur sehingga pengangguran berkurang.

"Trump melihat bahwa ekonomi di AS sendiri belumlah pulih dari krisis ekonomi 2008 sehingga ingin memperkuat ekonomi dalam negeri terlebih dahulu," katanya disela-sela penutupan Konferensi Internasional Federation of ASEAN Economic Association (FAEA) ke 14 di Yogyakarta, Kamis 25 November 2016

AS selalu menjadi pemimpin dalam multilateral namun demikian ketika negaranya sendiri masih banyak masalah maka akan menjadi persoalan ketika menjadi pemimpin di TPP. "Donal Trump sendiri ingin memperbaikiterlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin multilateral," ungkapnya.

Oleh karena itu, Avilliani berharap pemerintahan Jokowi tidak terlalu terburu-buru  bergabung dengan TPP sebelum bisa memperbaiki kondisi ekonomi dalam negeri dan siap bersaing dengan negara lainnya.

"Saat ini konsepnya bukan lagi multilateral namun G to G (goverment to goverment)," katanya.

Avilliani mengatakan potensi G to G seharusnya terus ditekankan oleh pemerintah Indonesia dengan memperbaiki diri sendiri, seperti meningkatkan daya saing.