November 2016, Kepercayaan Konsumen Turun 0,3 Persen

Seorang warga sedang berbelanja di salah satu supermarket di Jakarta.
Sumber :
  • Antara/Wahyu Putro

VIVA.co.id – Naiknya kekhawatiran konsumen terhadap harga bahan pangan dan kelangkaan pekerjaan membuat Indeks Kepercayaan Konsumen November 2016 menurun 0,3 persen menjadi 99,3. Meski demikian capaian dari IKK November masih tergolong tinggi sehingga ekonomi Indonesia masih relatif cukup baik.

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Damhuri Nasution, mengatakan untuk konsumen yang khawatir terhadap harga bahan pangan tercatat naik dari 68,8 persen menjadi 70,2 persen. Sedangkan, konsumen yang khawatir pada kelangkaan pekerjaan naik dari 31 persen menjadi 31,3 persen.

Kemudian, untuk komponen utama pembentuk Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) November 2016 menunjukkan Indeks Situasi Sekarang (ISS) turun sebesar 1,4 persen menjadi 80,2 dan Indeks Ekspektasi (IE) mengalami peningkatan sebesar 0,3 persen menjadi 113,6.

"ISS turun disebabkan oleh penilaian yang lebih buruk terhadap kondisi ekonomi nasional dan lapangan kerja saat ini, sementara IE menunjukkan bahwa masyarakat semakin merasa optimis terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang," tegas Damhuri, dalam keterangan resminya, Jumat 2 Desember 2016.

Untuk itu, dengan adanya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi keseluruhan dalam enam bulan mendatang, maka rencana konsumen membeli barang tahan lama tercatat naik pada November. Survei menunjukkan sekitar 30,97 persen konsumen membeli barang dalam enam bulan, atau naik dari 30,74 persen pada bulan lalu.
 
Damhuri menambahkan, untuk konsumen yang yakin tekanan inflasi akan menurun enam bulan ke depan tercatat turun sebesar dua persen menjadi 180,6 dibandingkan tahun sebelumnya. Indeks juga masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 186,1.

"Secara umum, ekspektasi penurunan tekanan inflasi dalam enam bulan mendatang tersebut didukung oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam menstabilkan harga," tegasnya.

Kepercayaan pada pemerintah naik

Sementara itu, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya terlihat menguat pada November. Setelah naik sebesar 3,4 persen pada survei sebelumnya, Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) naik kembali sebesar 1,1 persen dari 99,4 menjadi 100,5.

Peningkatan IKKP ke level di atas 100 menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang semakin optimis terhadap kemampuan pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Pada survei terakhir, tiga komponen yang membentuk IKKP meningkat, sedangkan dua komponen mengalami penurunan. 

Komponen yang mengalami peningkatan terbesar adalah komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menegakkan hukum,  indeks yang terkait penegakan hukum tersebut tercatat naik sebesar 5,0 persen menjadi 96,6.