Jelang Natal dan Tahun Baru Pasokan Daging Aman

Ilustrasi daging merah.
Sumber :
  • Pixabay/joon2079

VIVA.co.id – Komite Daging Sapi Jakarta Raya mengatakan kebutuhan daging untuk Natal dan Tahun Baru tidak setinggi saat Ramadan dan Lebaran. Kenaikan permintaan diperkirakan hanya sekitar 11-12 persen. 

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang mengatakan, untuk sampai saat ini ketersediaan daging di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru 2017 sangat-sangat mencukupi karena memang kebutuhan daging di Natal dan Tahun Baru dibanding Ramadan dan Lebaran itu sangat berbeda.

"Tapi, mungkin ada daging-daging lain yang meningkat. Kalau kita liat di lapangan ketersediaan memang sangat-sangat mencukupi. Apalagi ada kebijakan pemerintah saat ini, masyarakat kita ada tiga pilihan," ucap Sarman saat ditemui di IKM Expo Kementerian Perindustrian Jakarta pada Selasa, 6 Desember 2016.

Kebijakan pemerintah yang ia maksud adalah opsi variasi harga dan jenis daging. Pertama, untuk daging lokal harganya masih di kisaran Rp110-120 ribu per kilogram (kg). Kedua, pemerintah saat ini menyediakan daging impor yang berasal dari Selandia Baru dan Australia yang harganya di sekitaran Rp80-85 ribu per kg. 

"Artinya masyarakat kalau mau menikmati daging lokal harus mengeluarkan koceknya lebih besar," ujarnya. 

Kebijakan lainnya adalah tersedianya daging kerbau dari India yang harganya lebih murah lagi, yaitu Rp60-65 ribu per kg. 

"Artinya dalam hal ini masyarakat sudah memiliki pilihan. Sudah variatif sekali pilihan sesuai kemampuan masing-masing. Jadi, untuk Natal dan Tahun Baru persediaan cukup aman. Masyarakat bisa memilih sesuai kemampuan untuk menikmati daging," ungkapnya.