Mengintip Ladang Minyak Andalan Nasional di Blok Cepu

Lapangan minyak Banyu Urip Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA.co.id – Blok Cepu merupakan lapangan minyak andalan nasional yang terletak di lapangan Banyu Urip, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Blok Cepu diperkirakan memiliki cadangan minyak mentah sebanyak 120 juta barel.

VIVA.co.id, mendapat kesempatan melihat-lihat ladang minyak tersebut. Sebagaimana lapangan minyak di tempat lain, akses untuk masuk ke dalam superketat. Manajemen beralasan untuk keselamatan.

Sebelum masuk, tamu diarahkan melaporkan diri ke gedung lobi. Di sana tamu dibekali kartu tamu sekaligus kunci khusus. Tamu lalu dipersilakan masuk dengan menumpangi bus.

Lapangan minyak Banyu Urip berada di area seluas 400 hektare dan berada di empat desa. Lokasinya sekira setengah jam perjalanan dari Kota Bojonegoro, berada tepat di perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah (Kabupaten Cepu).

Jembatan fly over berkelok menjadi pintu pemisah area Banyu Urip dengan jalan umum. Area dalam sumur minyak dan lahan warga pun dipisahkan pagar berkawat.

Sampai di pintu gerbang kawasan blok Cepu, tamu diminta turun. Semua diminta masuk melalui dua pintu besi yang hanya bisa dibuka dengan kartu tamu, sekaligus kunci khusus.

Sekujur tubuh tamu dan barang yang dibawa juga diperiksa dengan x-ray. Jarak dari pintu gerbang sampai infrastruktur pusat produksi minyak sekira enam kilometer.

Selain bangunan, sejauh itu yang terlihat hanya hamparan tanah berumput. Ada juga waduk penampung air yang dipakai untuk menginjeksi pipa pengeboran.

"Air di waduk berasal dari Bengawan Solo," ujar Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto yang memandu rombongan pada Kamis, 8 Desember 2016.

Di Banyu Urip, ada tiga tapak sumur dieksploitasi, yakni tapak sumur A, B, dan C. Total 30 sumur minyak dan 15 sumur injeksi beroperasi. Dari Banyu Urip, minyak yang diproduksi kemudian dialirkan melalui pipa menuju menara tambat atau FSO di pelabuhan, lalu ke kapal penampungan minyak. Dari situ kapal tangker Pertamina mengangkut minyak Blok Cepu untuk didistribusikan.

Erwin mengklaim, sepanjang tahun 2016, Exxon mampu memproduksi minyak 20 persen dari target nasional. Saat ini, minyak yang diproduksi di Banyu Urip sebanyak 185 ribu barel per hari. Exxon masih berupaya menambah jadi 200 ribu bph pada tahun 2017.

"Tinggal menunggu Amdalnya dari KKLH (Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup)," katanya.

Erwin menjelaskan, cadangan minyak 120 juta barel adalah temuan Exxon setelah diberi kuasa oleh pemerintah menjadi operator utama pada 2005. Itu melebihi dari hitungan awal cadangan minyak diketahui di perut bumi Angling Darma itu.

"Penelitian terus kami lakukan untuk mengetahui pasti berapa cadangan minyak di perut bumi Banyu Urip," ujarnya.

Sebagai informasi, Blok Cepu adalah wilayah kontrak migas di Bojonegoro-Tuban, Jawa Timur, dan Blora, Jawa Tengah. Di Bojonegoro, ada lima titik ladang migas, yakni di Cendana (gas), Banyu Urip (minyak), Jambaran Tuing Biru (gas), Atas Tua West (gas), dan Kedung Keris (gas).

Nah, ExxonMobil diberi kuasa pengelolaan oleh pemerintah sebagai operator utama di lapangan minyak Banyu Urip, bersinergi dengan pemerintah, seperti Pertamina EP Cepu, Badan Kerja Sama Blok Cepu, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.