Pangkalan Militer di Natuna Jaga Ketahanan Energi RI

Presiden Joko Widodo saat berada di pangkalan TNI di Natuna beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M N Kanwa

VIVA.co.id – Ketua Bidang Energi Seknas Jokowi Tumpak Sitorus memandang, untuk mencapai ketahanan energi nasional, pemerintah harus fokus membenahi sektor minyak dan gas Tanah Air.

Sebab, saat ini produksi minyak Indonesia mengalami penurunan lantaran minimnya eksplorasi lapangan baru. Jika kondisi ini terus terjadi, sulit bagi Indonesia mencapai ketahanan energi.

Salah satunya, kata Tumpak, dengan mendirikan pangkalan militer di blok Natuna. Upaya itu bertujuan sebagai pengawasan di sektor hulu migas.

"Dengan didirikannya pangkalan militer di blok Natuna, harusnya kita lebih sadar terhadap ancaman ketahanan energi, sesegera mungkin ke depannya Indonesia harus berbenah diri dalam sektor Migas," kata dia dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2016.

Tumpak mengaku, sektor migas memiliki peran penting dalam sebuah negara. Karena energi merupakan kebutuhan primer yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalani aktivitasnya.

"Strategisnya sektor migas, bagaimanapun kelangsungan bangsa ini tergantung pada pembenahan sektor itu," katanya.

Soal sektor migas, Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taslim Z Yunus, menambahkan, Indonesia menjadi top 10 dalam bidang Migas. Namun, seiring menurunnya produksi dalam negeri, posisi Indonesia terus turun dan kini hanya menempati peringkat 113.

"Dulu Indonesia adalah top 10 dalam sektor migas, namun sekarang posisinya 113 dari 126 negara," tuturnya.