SPAM Umbulan Financial Close, Darmin Puji Dukungan Swasta

Ilustrasi waduk penyedia air minum
Sumber :
  • http://jelajahtravkulindonesia.blogspot.co.id/

VIVA.co.id – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan yang menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha telah mencapai financial close. Pemerintah Jawa Timur sebagai penanggung jawab proyek kerja sama diapresiasi karena tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, proyek SPAM ini merupakan bentuk nyata bahwa proyek infrastruktur tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja namun juga ada peran dan fungsi swasta di sana.

"Pemerintah akan terus mengupayakan proyek-proyek seperti ini. Karena tidak bisa kita hanya mengandalkan APBN dan APBD saja. Bagaimana pun kita bisa mengikutsertakan fungsi swasta dalam melakukan pekerjaan," kata Darmin dalam sambutan di kantornya, Jakarta, Jumat 30 Desember 2016.

Proyek yang dikategorikan oleh Komite Percepatan Infrastruktur Pengiriman (KPPIP) ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional ini ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2019 dan menelan investasi sekitar Rp2,3 triliun. PT Meta Adhya Tirta Umbulan sebagai pemenang lelang menerima dukungan dari pemerintah pusat melalui Dukungan Kelayakan Proyek (Viability Gap Fund) sebesar Rp818 miliar. 

Selain itu, untuk mendukung percepatan, PT Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melakukan penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi SPAM umbulan senilai Rp840 miliar pada hari ini. Dalam sindikasi ini, IIF dipercaya menjadi mandated lead arranger and bookrunner (MLAB), dan turut berpartisipasi dalam pembiayaan hingga sebesar Rp550 miliar. 

Penandatangan perjanjian sindikasi pembiayaan proyek ini dilakukan oleh Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini, Presiden Direktur IIF, Arisudono Soerono dan Direktur Utama PT Meta Adhya Tirta Umbulan, Yasirin, yang turut disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution sebagai ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). 

Darmin mengatakan, dengan kerja sama berbagai pihak, proyek ini dapat dipercepat financial close-nya, yakni lebih cepat enam bulan dari target awal.  "Pemerintah sangat berbesar hati, mensyukuri dan sangat menghargai apa yang kita lakukan hari ini. Karena ini lambang kerja sama dan berhasil," tutur Darmin. 

Sebagai informasi, Proyek SPAM Umbulan bertujuan untuk mengalirkan air curah dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 liter air per detik dengan jaringan sistem transmisi dari mata air Umbulan ke lima Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Provinsi Jawa Timur, yaitu masing-masing PDAM Surabaya, PDAM Kabupaten Pasuruan, PDAM Kota Pasuruan, PDAM Kota Sidoarjo, dan PDAM Kota Gresik. SPAM Umbulan akan mengoperasikan jaringan pipa transmisi sepanjang 92.3 km melewati 16 titik pasokan.

(mus)