Jokowi Sebut Perbatasan RI Kini Tiga Kali lebih Bagus

Presiden RI Joko Widodo meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Atambua NTT
Sumber :
  • Ist

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menjabarkan hasil kerja pemerintahannya yang memulai pembangunan dari pinggiran dan daerah-daerah terluar di Indonesia, yang menjadi perbatasan dengan negara lain. 

Di depan para undangan dalam acara Hari Ulang Tahun ke-44 PDI Perjuangan, Jokowi mengklaim, hasil konsep pembangunannya tersebut sudah mulai terasa saat ini. Infrastruktur baru di daerah perbatasan sebagian besar sudah selesai dan digunakan. 

"Di Entikong, dua tahun lalu saat saya ke sana, yang namanya gedung Imigrasi, karantina, Bea dan Cukai itu kaya kandang. Saat itu juga, saya perintahkan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), gedung harus diruntuhkan, dan saya beri waktu dua tahun untuk membangunnya," ungkapnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa 10 Januari 2017. 

Kemudian di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah pusat telah membangun infrastruktur baru, sehingga tidak kalah dengan negara lain yang berbatasan langsung. Hal tersebut, menurutnya, penting dilakukan karena menyangkut citra Indonesia di mata dunia. 

"Bukan masalah kemewahan, bukan masalah harus bagus, tetapi itu etalase terdepan yang jadi harga diri dan martabat kita. Sekarang, minimal kita tiga kali lebih baik dari mereka, dulu kita foto-foto di gedung sana, sekarang orang sana fotonya di tempat kita," ungkapnya. 

Selain di kedua daerah tersebut, Jokowi mengatakan, Kepulauan Natuna juga menjadi contoh pemerintah membangun dari pulau terluar. Area itu akan terus didorong menjadi sentra industri perikanan, sehingga hilirisasi produk turunannya dapat lebih efektif dan efisien. (asp)