Kejar Satu Juta Rumah, Pemerintah Diminta Berinovasi

Pengunjung mengamati miniatur perumahan saat Pameran Rumah Rakyat.
Sumber :
  • ANTARA/Budi Candra Setya

VIVA.co.id – Ketua Dewan Pengurus The Housing and Urban Development, Zulfi Syarif Koto mengatakan, program Sejuta Rumah di tahun ketiga ini, dalam pelaksanaannya masih belum memiliki kejelasan terkait mekanisme dan strategi pencapaian target.

Dia menilai, pemerintah membutuhkan terobosan dan pembobotan yang jelas dalam hal kebijakan, agar publik memahami cara kerja dan progres pencapaian di tiap tahapannya selama satu tahun program tersebut berjalan.

"Sikap dan langkah organisasi kami, tetap konsisten dalam mendukung kebijakan Program Strategis Nasional tersebut. Tapi kami harap, terobosannya juga harus strategis dalam pencapaian target program perumahan rakyat," kata Zulfi, saat ditemui VIVA.co.id di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa 17 Januari 2017.

Zulfi menilai, terobosan dan pembobotan yang jelas dalam hal kebijakan pemerintah itu, dimaksudkan untuk mengatasi berbagai permasalahan kebijakan dan pelaksanaan program satu juta rumah di lapangan.

Seperti misalnya, adanya kesenjangan antara pemerintah pusat dengan pemda, kesenjangan antara pengembang besar dengan pengembang kecil, juga antara masyarakat berpenghasilan atas dan masyarakat berpenghasilan menengah, dengan masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat miskin.

Zulfi mengaku banyaknya kendala di lapangan dalam pencapaian program satu juta rumah ini, sejatinya memang bukan hanya tanggung jawab pihak pemerintah semata. Melainkan, hal itu turut menagih peran serta seluruh elemen masyarakat, yang peduli akan masalah perumahan bagi setiap warga negara Indonesia.

"Karena itulah, kami dari The HUD Institute juga merasa harus memberikan berbagai pandangan dan aspirasi yang kami rekam dalam perjalanan dua tahun pelaksanaan program Sejuta Rumah ini, baik dari aspek kebijakan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasinya," ujarnya. (asp)