Untung Investasi Saham Bisa untuk Biaya Nikah Berpuluh Kali

Pengenalan pasar modal bagi pekerja seni
Sumber :
  • Antara/Muhammad Adimaja

VIVA.co.id – Hingga kini, banyak masyarakat yang masih ragu untuk berinvestasi di pasar modal, karena dinilai berisiko tinggi. Namun, salah satu dewan direksi Bursa Efek Indonesia berbagi cerita soal keuntungan berinvestasi saham.

"Saya mau berkisah, mertua laki-laki saya yang seorang dokter beli saham salah satu emiten farmasi. Pertama kali investasi senilai Rp1,6 juta, akhir 2015 sudah naik Rp120 juta. Untungnya hampir 100 kali lipat," kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Nicky Hogan, di gedung BEI Jakarta, Kamis, 2 Februari 2017.

Secara pribadi, Nicky mengatakan bahwa berprofesi di pasar modal bukan karena mencintai pekerjaannya, namun karena dapat penghasilan tambahan dengan berinvestasi.

"Aturannya saya sekarang enggak boleh, tapi saya berinvestasi reksa dana saham yang return-nya seperti IHSG (indeks harga saham gabungan)," tuturnya.

Dalam berinvestasi di pasar modal, kata Nicky, dia bukan bermain seperti pedagang. Tapi menginvestasikan hartanya untuk jangka panjang.

"Selalu saya beli jangka panjang, kenapa harus repot nawar-nawar ke salah satu emiten. Sebelum saya masuk (direksi) bursa, saya untung dari saham," ujarnya.

Nicky pun mengakui keuntungannya yang didapat dari investasi di pasar saham hingga saat ini sangat besar. "Mau tahu berapa (harta) sampai sekarang? Sekarang berapa biaya nikah? Rp100 jutaan? Berarti saya bisa nikah berpuluh-puluh kali," tuturnya mengilustrasikan. (art)