PG Candi Baru Genjot Kapasitas Produksi

Gula.
Sumber :
  • Pixabay/gugue

VIVA.co.id – Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk melakukan regrouping sejumlah pabrik gula di Pulau Jawa dinilai sebagai langkah yang akan membantu keberlangsungan hidup pabrik gula. Upaya itu pun direspons positif manajemen PT Pabrik Gula Candi Baru, dengan peningkatan kinerja.

Pabrik Gula Candi Baru yang berlokasi di Sidoarjo, berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga mencapai kapasitas terpasang 2.750 ton cane per day (TCD). Pabrik gula yang didirikan oleh keluarga taipan The Goen Tjing pada 1932 berawal dari kapasitas giling 750 TCD.

Direktur PG Candi Baru, Warsito, mengatakan, tingkat kesehatan perusahaan dari 2005 hingga 2015 adalah Sehat “AA” dan Sehat “AAA”. Hanya pada 2014 yang mendapatkan predikat Sehat “A”. 

"Perolehan laba perusahaan sepuluh tahun terakhir hingga 2015 berkisar Rp2,6 miliar hingga Rp26,4 miliar. Pada musim giling 2016 kami masih meraih laba sebelum pajak sekitar Rp3 miliar. Bahkan perolehan rendemen pada tahun 2016 secara nasional menduduki peringkat ke-15," kata Warsito dalam keterangannya, Rabu 8 Februari 2017.

Ia menambahkan, kontribusi lain yang disumbangkan kepada negara adalah setoran pajak Rp20 miliar per tahun, produksi gula 33 ribu ton per tahun, dan membuka kesempatan kerja bagi lebih dari 700 orang karyawan. 

PG Candi Baru adalah anak perusahaan dari PT Rajawali Nusantara Indonesia, terletak di Kabupaten Sidoarjo, dan bergerak di bidang industri gula. 

Di Kabupaten Sidoarjo ini juga mengoperasikan tiga pabrik gula milik PTPN X, yaitu PG Kremboong, PG Watoetoelis, dan PG Toelangan. Dari 4.000 hektare (ha) luas areal tebu di Sidoarjo, 2.000 ha dari hasil tebu petaninya digilingkan ke PG Candi Baru. 

Pabrik Gula Candi baru yang berlokasi di kota Sidoarjo adalah pabrik yang dibangun pada zaman Belanda, dan merupakan perusahaan penghasil gula SHS I (Superior Hooft Suiker) atau (Gula Kristal Putih I). (art)