Ini Tips Jitu Memilih Asuransi Syariah
- Pixabay/Stevepb
3. Pastikan adanya Dewan Pengawas Syariah
DPS adalah Dewan Pengawas Syariah yang bertugas untuk mengawasi pengelolaan dana dari perusahaan syariah. Apakah dana tersebut benar-benar sesuai dengan syariat Islam atau tidak. Jika salah satu perusahaan asuransi ketahuan melanggar aturan dalam syariat Islam, maka perusahaan tersebut dapat dikenakan sanksi jelas dari DPS.
4. Kenali akad
Akad adalah suatu kerja sama yang dilakukan antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Akad ini biasanya berisi perjanjian mengenai status premi polis asuransi. Bila akadnya memang benar berbentuk syariah maka dana yang didalamnya tidak “akan hangus”.
Maka dari itu, sebelum menandatangani akad dalam perjanjian syariah ada baiknya jika Anda mempelajari seluruh isi yang tercantum di dalamnya. Apabila merasa bingung, langsung saja tanyakan hal tersebut pada agen tanpa perlu merasa ragu. Minta agen untuk menjelaskan secara detail tentang bagian yang tidak Anda pahami.
Jika telah setuju dengan akad syariah, maka Anda juga akan setuju dengan sistem “tabarru” yang artinya Anda juga ikut dalam membantu sesama dengan menyetorkan dana asuransi setiap bulannya.
5. Sesuaikan kebutuhan dengan manfaat
Semua produk dalam asuransi syariah tentu saja memiliki manfaat dan keuntungannya masing-masing. Maka dari itu pilihlah jenis produk yang memberikan manfaat sesuai dengan apa yang Anda butuhkan.
Sebelum membeli, ada baiknya untuk mempelajari tentang manfaat dan keuntungan yang nantinya akan diperoleh. Misalnya, Anda membeli asuransi kecelakaan maka asuransinya akan bermanfaat jika sewaktu-waktu Anda mengalami kecelakaan. Namun tidak bermanfaat jika Anda mengalami suatu penyakit tertentu. sama halnya dengan jenis asuransi jiwa, akan bermanfaat jika suatu saat Anda menghadap Sang Pencipta dan tidak berlaku jika Anda mengalami kecelakaan atau luka-luka.
6. Perhatikan premi
Premi atau polis dari setiap perusahaan asuransi berbeda-beda. Dalam menentukan premi, pilihlah premi yang memang sesuai dengan kondisi keuangan keluarga. Tarif premi yang dipilih haruslah wajar dan kompetitif. Jangan pernah memilih tarif premi yang terlalu murah bahkan murahan.
Dengan berbagai uraian mengenai asuransi syariah di atas, diharapkan pengetahuan Anda tentang asuransi syariah ini semakin bertambah. (ren)