Penyebab Produksi Udang Menurun

Petambak udang butuh BBM untuk menghidupkan diesel yang mengatur sirkulasi air.
Sumber :
  • Surabaya Post / Subekti

VIVA.co.id – Gabungan Perusahaan Makanan Ternak mencatat konsumsi makanan udang pada 2016 mengalami penurunan, dari tahun sebelumnya 366,516 ribu metrikton (MT) menjadi 315,816 ribu MT.  Asumsinya, bila jumlah pakan menurun, maka jumlah produksi udang juga menurun.

Ketua Shrimp Club Jawa Barat-Banten, Joko Sasongko, menyebutkan bahwa jumlah produksi udang secara nasional pada 2016 ada sekitar 265 ribu ton. Angka ini jelas menurun dibandingkan 2015, yaitu sebesar 380 ribu ton. 

Pengaruh dominan dari penurunan ini diungkapkannya karena adanya penyakit udang, di antaranya white fices syndrome (WFS), white spot syndrome (WSS), dan infectious mionecrosis virus (IMV).  Kemudian, adanya perubahan iklim dengan curah hujan yang tinggi, serta infrastruktur yang kurang memadai. 

Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis produksi dapat meningkat pada tahun ini sebesar 360 ribu ton. "Harapan kami dari cuaca, semoga bisa bersahabat kepada budidaya. Kemudian kami bisa mengadopsi teknologi budidaya yang baru," kata Joko di Hotel Aryaduta Jakarta pada Selasa, 28 Februari 2017.

Terkait perbaikan budidaya dengan memanfaatkan teknologi yang ada, pihaknya akan mulai giatkan edukasi kepada para petambak untuk perhatikan segi keseimbangan lingkungan kolam, yaitu kandungan bakteri dan plankton dalam kolam budidaya udang. 

"Selama ini kami coba bakteri terus, planktonnya kami lupakan. Padahal, plankton ada pengaruh pada kolam, kalau kandungannya sedikit udangnya bisa stres. Selain itu, ada beberapa teknologi baru untuk budidaya ikan," tuturnya. (ase)