Wapres AS Kunjungi RI Bahas Isu Freeport dan Perdagangan

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence.
Sumber :
  • REUTERS/John Sommers II

VIVA.co.id – Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di jadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada 20-22 April 2017. Kedatangannya ke Jakarta tersebut akan membahas sejumlah agenda penting kedua negara, salah satunya adalah Freeport dan isu defisit pedagangan AS.

Direktorat Amerika I Kementerian Luar Negeri RI, Adam Mulawarman Tugio, mengatakan kunjungan kehormatan orang nomor dua di AS itu merupakan rangkaian lawatan ke beberapa negara di kawasan Asia Pasifik. Kedatangan Pence ke Indonesia mendapat sorotan tajam dari dunia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim pertama yang dijamah Pence.

"Kunjungan ini intinya menggarisbawahi pentingnya hubungan Indonesia dan AS, mengingat keduanya sama-sama negara dengan demokrasi besar. Selama ini, Indonesia punya peran penting di ASEAN untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan," ujar Adam kepada VIVA.co.id, Jumat 7 April 2017, di Jakarta.

Ia mengatakan, Pence direncanakan akan dijamu oleh Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Selain itu, ia akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN untuk menggarisbawahi pentingnya ASEAN dalam konteks peningkatkan kerja sama dengan negara-negara kawasan.

"Kemitraan strategis tersebut ditopang dengan adanya kerja sama ekonomi yang erat antar kedua negara. Selain menggaris bawahi kemitraan strategis dan memperdalam hubungan bilateral, Indonesia ingin menegaskan kembali perannya di kawasan," tegas Adam.

Freeport dan Isu Defisit AS

Sedangkan, tekait isu ekonomi, Adam menuturkan dalam pertemuan Wapres Pence dan Presiden Jokowi juga membahas seperti isu Indonesia sebagai penyebab defisit pedagangan AS dan Freeport. Ia menilai ada banyak hal yang perlu dibahas di tengah perjumpaan pertama mereka.

"Kemitraan strategis bilateral pilarnya banyak, bukan hanya ekonomi tapi juga politik. Ada agenda politik, sosial dan budaya karena kita punya kesamaan negara yang demokratik dan pluralistik. Toleransi hubungan keberagaman di Indonesia jadi hal penting untuk kerja sama dan menyebarkan toleransi di komunitas global," katanya.

Di luar aspek itu, Adam menyebut Indonesia telah menanam banyak investasi di Negeri Paman Sam. "Ada tujuh investor Indonesia yang menanam modal di AS, mereka berasal dari sektor migas, mineral, telekomunikasi, dan karet sintesis. Pembicaraan sektor ekonomi nanti konteksnya luas. Freeport salah satunya," ujar Adam.