Jalan Baru untuk Jadi Selebriti
- Viva.co.id/Amal Nur Ngazis
Cari talent di Indonesia itu lumayan ribet ya. Karena masyarakat kita lumayan tertutup kalau di Taiwan misalnya live streaming itu jalan menuju selebriti, enggak pusing. Mereka begitu ada kesempatan maka ambil.
Dari segi penonton, di Taiwan mereka spend uang di live streaming seperti mereka spend di kasino, bisa ratusan juta hingga miliaran satu orang. Di sana satu orang siaran bisa di-support puluhan ya. Kalau di Indonesia satu talent yang support paling satu atau dua orang.
Kalau live streamer talent memang mencari uang, spender-nya saat ini masih hitungannya baru di sini. Kebanyakan mereka pindah dari gamer, mereka umumnya sudah habis banyak di game online. Ada live streaming itu nyoba, ini kan mirip-mirip. Dulunya jual dengan mesin dan ini dengan orang. Lumayan mirip kebanyakan mereka munculnya dari gamer.
Bagaimana siasat menghapus citra negatif selain sistem tadi?
Kami pastikan semua konten tak ada yang ke arah negatif, semuanya itu clear itu menjadi baseline. Kami punya ide buat acara positif di live streaming, enggak melulu coba cewek ngobrol enggak jelas, terus diulang selama 30 hari. Kalau gitu akan berikan kesannya live streaming itu cuma jualan cewek doang. Kami tak ingin itu nempel di live streaming, kita perbanyak hal konten positif.
Cuma talent enggak semua bisa terlibat dalam penciptaan konten bagus ini. Acaranya yang membuat aura positif, membasmi citra negatif enggak perlu sesuatu dengan ekstra, cukup konsisten saja. Perusahaan lain tergoda sengaja hal negatif untuk mencari perhatian. Itu caranya mengedukasi pengguna.
Profil pengguna 17 Media?
Host belum sampai ribuan baru 500-an ya. Berusaha menambahkan, tetapi kalau yang enggak cocok ya kita evaluasi, kita ganti. Kami pastikan yang jadi adalah yang punya potensi. Kalau sudah dievaluasi, di-training tapi enggak keluarkan potensi ya maaf saja.
Dari 500 itu belum ada yang muncul ke artis, karena skala penontonnya masih sedikit. Total market size penontonnya (industri live streaming dan broadcasting) sekitar 5 juta, jauh lebih kecil dari penonton TV yang ratusan juta.