Gurihnya Bisnis 'Buah Surga'

Sulistyo Wahono
Sumber :

Dia pun membudidayakan tanaman bernama lain Ara itu dengan cara cangkok. "Niat saya waktu itu cuma ingin agar banyak orang tahu kalau buah Tin seperti disebut di Alquran memang ada," tambahnya.

Sulis juga mempelajari manfaat tanaman dan buah Tin untuk kesehatan. Ternyata, khasiatnya luar biasa. Mulanya hanya satu dua teman yang mencoba untuk kesembuhan penyakit, seperti diabetest, bahkan kanker. Karena khasiatnya, lama-lama banyak orang yang ingin menanam sendiri tanaman bernama ilmiah ficus carica itu.

Sejak itum Sulis mengaku menjadikan budidaya tanama Tin-nya sebagai bisnis. Jualan bibit Tin sejak 2009. Kini, bukan hanya teman dan tetangga yang membeli tanaman herbalnya itu. Pasar bibit Tin cangkokan Sulis merambah hingga ke negeri luar. 

Dia menyebut beberapa pasar ekspor bibit Tin-nya, yakni Timor Leste, Malaysia, Brunai, dan Hong Kong. Di pasaran, Sulis melepas antara Rp100 ribu sampai Rp10 juta per bibit Tin. 

Tergantung jenis, asal, dan tingkat kemujaraban Tin-nya. Dia juga menjual daun kering Tin kemasan toples 400 kilogram. "Lumayan, setiap bulan saya dapat jutaan rupiah dari ekspor bibit dan daun kering Tin sebulan sekali," kata Sulis. (asp)