Dolar AS Semakin Menguat Akhir Pekan Ini

Rupiah Ditutup Melemah Terhadap Dollar
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merosot pada perdagangan hari terakhir pekan ini. Sejumlah sentimen negatif yang terjadi pada ekonomi dunia melemahkan rupiah. 

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, dolar AS di perdagangan antarbank dibanderol senilai Rp13.327 per dolar AS. Menguat dari perdagangan kemarin senilai Rp13.299 per dolar AS. 

Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan, pergerakan positif mata uang Paman Sam tampaknya sulit dilawan oleh rupiah sehingga cenderung membuka peluang pelemahan lanjutan. Mayoritas pelaku pasar bersikap oportunis di mana cenderung memilih masuk pada dolar dibandingkan mata uang lainnya. 

"Stabilnya kondisi ekonomi dalam negeri tidak juga berimbas pada pembalikan menguat rupiah," ujarnya di Jakarta, Jumat, 28 April 2017.

Reza menjelaskan, masih positifnya pergerakan laju dolar seiring dengan sentimen pengajuan proposal reformasi pajak dari Presiden Trump. Diperkirakan masih akan menekan rupiah beberapa waktu ke depan. 

Tidak hanya itu, lanjutnya, terbatasnya pergerakan euro seiring dengan aksi tunggu pelaku pasar terhadap penyampaian pandangan ekonomi dan moneter bank sentral Eropa (ECB), turut menghembuskan sentimen negatif pada pelemahan rupiah. 

"Untuk itu, tetap cermati berbagai sentimen yang ada dan waspadai sentimen yang dapat mengubah arah rupiah. Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp13.342 hingga Rp13.270," ujarnya. (one)