Pengakuan Sri Mulyani, Negara Pinjam Dana Sawit Tambal APBN

Menkeu Sri Mulyani
Sumber :
  • VIVAnews/Tri Saputro

VIVA.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku pernah meminjam uang kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit senilai Rp2 triliun, dalam rangka mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Langkah tersebut, dilakukan bendahara negara pada tahun lalu.

“Kemarin Kemenkeu (Kementerian Keuangan) terpaksa meminjam uangnya (BPDP),” kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani Indrawati, saat meluncurkan buku BPDP Kepala Sawit, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa malam, 2 Mei 2017.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tak memungkiri, pinjaman tersebut memang terpaksa dilakukan, agar kas keuangan negara tahun lalu tidak memberatkan perekonomian. Dana yang dipinjam Kemenkeu, memang selama ini sudah berada di Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Pada tahun ini, Ani bertekad untuk menjaga kas keuangan negara menjadi instrumen yang jauh lebih kredibel. Sehingga nantinya, pemerintah tidak perlu lagi meminjam uang kepada BPDP Kelapa Sawit, yang notabene jauh lebih membutuhkan dana-dana tersebut, atas program-program yang sudah ditetapkan.

“Kami berharap, APBN tidak menimbulkan persoalan serius. Jadi saya berjanji, akan lebih kredibel dan tidak perlu lagi melakukan tindakan peminjaman tersebut,” katanya.

Pemerintah pun menjamin akan mengembalikan dana pinjaman itu secara utuh. Ani mengatakan, pengembalian dana pinjaman akan diusulkan pemerintah dalam APBN Perubahan 2017. Saat ini, peminjaman tersebut masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

“Nanti akan kami usulkan, supaya cepat. itu memang semua dalam rangka pengelolaan APBN 2016. Semuanya transparan,” ujarnya. (mus)