Stok Sapi di Rumah Potong Hewan Aman Jelang Lebaran

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mengunjungi peternakan sapi.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengunjungi lokasi peternakan sapi potong dan rumah potong hewan milik PT Bina Mentari Tunggal. Langkah itu dilakukan guna menjaga kebutuhan daging sapi selama Ramadan dan Idul Fitri.

Presiden Direktur PT Bina Mentari Tunggal, Juan Permata Adoe, mengatakan, untuk tahun ini, rumah potong itu menjamin dapat memenuhi kebutuhan daging sapi selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2017.

“Kami menjamin ketersediaan pasokan serta harga daging pada Ramadan hingga Idul Fitri mendatang relatif stabil dan tidak terjadi lonjakan. Kami siap memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Juan dalam keterangannya, Jumat 2 Juni 2017.

Menurut dia, stok yang ada di peternakan sapinya adalah hasil penggemukan sapi bakalan yang sebagian besar diimpor dari Australia. Rumah potong hewan itu juga mengklaim satu-satunya pemasok daging sapi segar dingin di Indonesia selama hampir 20 tahun.

"Proses penggemukan sapi dilakukan rata-rata selama 120 hari, menggunakan pakan terpilih dan berkualitas," ujar dia. 

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, ketersediaan sapi lokal siap potong hingga Juni 2017 berjumlah 356.620 ekor atau setara 62.400 ton daging.

Sementara itu, posisi stok daging eks impor hingga 18 Mei 2017 mencapai 70.518 ton, yang terdiri atas sapi siap potong 116.417 ekor atau setara 23.167 ton, daging sapi eks impor 12.025 ton, dan daging kerbau eks impor (Bulog) 35.326 ton.

Dengan kondisi tersebut, Juan mengatakan, siap memenuhi kebutuhan pasar. Rumah potong hewannya juga bekerja sama dengan para distributor untuk menjual daging rendang eceran berkualitas seharga Rp80 ribu per kilogram.

“Apa pun kondisinya, kami tetap menyediakan item daging segar, yang dapat dijual oleh retailer di bawah Rp90 ribu per kilogram, selain daging beku seharga Rp80 ribu per kilogram,” tuturnya.