Awas Uang Palsu Jelang Lebaran, Ini Tips Kenali Rupiah Asli

Peruri tunjukkan fitur pengaman pada uang baru rupiah
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Kebutuhan uang masyarakat jelang perayaan hari raya Lebaran diperkirakan akan melonjak hingga 14 persen. Bank Indonesia sendiri memperkirakan kebutuhan uang selama periode tersebut bisa mencapai Rp167 triliun. 

Meskipun bank sentral siap mengedarkan hampir Rp200 triliun uang selama Lebaran, masyarakat perlu tetap berhati-hati dengan beredarnya uang palsu. Perbedaan antara uang palsu dan uang asli pun harus diketahui seluruh pemangku kepentingan.

“Secara prinsip, kami meminta rekan-rekan perbankan untuk cek sekalian. Kalau perbankan bisa dengan alat, kalau secara kasat mata dilihat, diraba, dan diterawang. Rectoverso masih jadi pengaman,” kata Deputi Gubernur BI Sugeng, Jakarta, Rabu 7 Juni 2017.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi merinci dengan jelas, bagaimana cara mengenali rupiah asli dengan yang palsu. Ada beberapa ciri-ciri keaslian rupiah, yang tidak ada di uang palsu.

“Rupiah kita unsur pengamanannya sekarang makin tinggi. Ada 12 unsur pengamanan. Baik itu yang namanya watermark, proses cetak, dan rectoverso,” kata Sugeng.

Masyarakat pun bisa dengan mudah mengenali mata uang Garuda asli. Selain watermark dan rectoverso, ada beberapa ciri-ciri lain yang tidak ada di uang palsu seperti adanya gambar tersembunyi di uang, sampai dengan benang pengaman.

“Dilihat warnanya terang atau kusam. Diterawang, apakah gambarnya sesuai dengan watermark. Kemudian, diraba apakah ada bagian-bagian tertentu yang agak kasar. Ada beberapa lagi, misalnya warna bisa berubah,” ujarnya.

Selain mengenal lebih jauh mengenai keasilan rupiah, Sugeng mengatakan, masyarakat bisa langsung menukarkan uang rupiah ke tempat penukaran resmi yang sudah disediakan oleh BI maupun bank-bank lainnya di beberapa kota besar. 

“Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tanggerang-Bekasi) melayani penukaran uang keliling. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari uang yang diduga palsu. Dan ingat, ini tidak dipungut biaya,” kata Suhaedi.