Sebelum Tarik Pinjaman Jaminan Rumah, Perhatikan Hal Ini

Ilustrasi utang.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Saat ini banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mendapatkan dana yang digunakan untuk hal-hal penting, seperti modal usaha, kebutuhan mendesak, ataupun lainnya. Salah satu solusi yang bisa Anda lakukan adalah mengambil pinjaman dengan menggunakan jaminan tentunya. 

Salah satu aset yang sering dijadikan sebagai jaminan atau agunan adalah rumah. Namun, tentunya Anda harus mempertimbangkan dengan matang agar jangan sampai rumah Anda disita pihak bank ketika pembayaran tagihan tak berjalan dengan lancar. 

Dalam mengajukan pinjaman ini, tentunya banyak hal yang harus Anda perhatikan. Mengingat bahwa nilai rumah yang begitu besar sehingga butuh persiapan yang besar pula. Nah, berikut ini beberapa hal penting yang dihimpun Cermati.com perlu Anda perhatikan ketika ingin mengajukan pinjaman dengan rumah sebagai jaminannya.

1. Memilih bank yang pasti

Hal penting utama yang perlu Anda perhatikan saat ingin menjadikan rumah sebagai jaminan adalah pemilihan bank yang pasti. Yang dimaksud dengan pasti di sini ialah tepat dan berkualitas. 

Jangan sampai Anda memilih bank dengan reputasi yang buruk. Hal ini tentunya akan sangat berkaitan ketika menaksir harga rumah jaminan tersebut. Untuk itu, penting sekali untuk cermat dalam memilih bank sebagai tempat peminjaman.

Pilihlah bank yang memang memberikan kemudahan bagi Anda sebagai pihak debitur. Dengan begitu, waktu Anda tidak akan terbuang sia-sia saat mengajukan proses pinjaman. Selain itu, pilih bunga yang menawarkan bunga yang cukup kecil sehingga nantinya Anda tidak akan terlalu terbebani dengan tagihan-tagihan yang dibayarkan. 

Cari info sebanyak mungkin mengenai reputasi, sepak terjang, prosedur, persyaratan, hingga review dari nasabah-nasabah lainnya yang melakukan pinjaman di bank tersebut. Anda bisa bertanya ke nasabah yang sebelumnya sudah melakukan pinjaman di bank tersebut. 

Anda juga bisa membandingkan antarbank sehingga mendapatkan bank yang memang tepat untuk pinjaman Anda.

2. Cermatilah syarat-syarat yang diminta

Biasanya bank akan memberikan syarat-syarat yang harus Anda penuhi ketika mengajukan pinjaman. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, carilah info sebanyak mungkin tentang syarat-syarat yang diberlakukan bank tersebut. 

Dengan mengetahui dan memahami syarat-syarat yang lengkap, dapat membantu Anda mengumpulkan data-data yang dibutuhkan bank. Biasanya bank memberikan syarat-syarat umum seperti:

- Minimal usia 21 tahun.
- Usia nasabah saat pelunasan pinjaman maksimal 55 tahun untuk karyawan swasta dan 60 tahun untuk profesional dan pengusaha.
- Memiliki penghasilan tetap.
- Mampu membayar tagihan setiap bulannya.
- Masa kerja minimal 2 tahun.
- Memenuhi syarat-syarat khusus yang ditentukan bank.

3. Persiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan

Untuk dapat memenuhi persyaratan yang diajukan bank, tentunya Anda harus melengkapi segala dokumen yang diminta. Dengan begitu, proses peminjaman Anda dapat berjalan dengan lancar dan cepat. 

Jangan sampai melewatkan satu dokumen pun yang dipersyaratkan. Hal ini dapat menunjukkan keseriusan Anda dalam mengajukan pinjaman. Berikut ini beberapa dokumen yang harus dilengkapi:

- Fotokopi KTP dan KK.
- Fotokopi NPWP (khusus nominal pinjaman di atas 50 juta).
- Slip gaji asli.
- Surat keterangan karyawan dari perusahaan tempat bekerja.
- Fotokopi rekening tabungan selama 3 bulan terakhir.
- Sertifikat rumah asli (yang dijadikan sebagai jaminan).

4.Tepat waktu dalam membayar cicilan

Hal lainnya yang penting Anda perhatikan saat akan mengambil pinjaman dengan jaminan rumah adalah tepat waktu dalam membayar cicilan pinjaman. Karena rumah sebagai jaminannya, tentu saja Anda tidak menginginkan jika rumah nantinya disita bank. 

Jangan sampai pinjaman yang Anda dapatkan malah akan merugikan diri sendiri dan menjadi catatan buruk sehingga membuat Anda kesulitan ketika akan mengambil pinjaman ke depannya.

Gunakan uang pinjaman dengan tepat

Sebelum mengambil pinjaman dari bank dengan jaminan rumah, pastikan kalau kebutuhan Anda tersebut memang sebanding dengan nilai rumah yang dijaminkan. Jangan sampai menjaminkan rumah Anda hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tak terlalu penting. 

Selain itu, gunakan uang pinjaman tersebut dengan sebaik mungkin. Ingatlah, jangan sampai rumah jaminan tersebut malah akhirnya berganti kepemilikan. (mus)