China Bantu RI Penuhi Kebutuhan Investasi Infrastruktur

Para pekerja sibuk di suatu lokasi proyek infrastruktur di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • REUTERS/Garry Lotulung

VIVA.co.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional baru saja menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama dengan Huaqing Housing Holding Co. Ltd terkait fasilitasi Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA).

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Wismana Adi Suryabrata, menyebut kerja sama ini terjadi berdasarkan kesepakatan dari tahap sebelumnya. Huaqing akan membantu mengembangkan jalan tol dan aspek infrastruktur sejenis.

"Ini merupakan tindak lanjut tingkat tinggi antara pemerintahan Indonesia dan Tiongkok. Menurut catatan kami, Huaqing berpengalaman menangani perumahan serta infrastruktur lainnya di sejumlah negara seperti Nigeria, Thailand, Myanmar, Australia, dan lain-lain," ujar Wismana, di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Senin, 18 September 2017.

Perwakilan sekaligus Chairman Director dari Hauqing, Chunyu Zhu, mengatakan siap untuk melaksanakan tugas. Selepas penandatanganan MoU, proyek ini akan dikerjakan secepatnya.

Zhu memaparkan, potensi Tanah Air sangat besar untuk menjadi lahan para investor. Hal tersebut dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti letak geografis.

"Indonesia adalah negara yang terdiri atas beribu pulau, pemandangan luar biasa dan menarik para investor. Ini merupakan kesempatan untuk mewujudkan satu kerja sama dengan negara yang luar biasa," katanya.

Fasilitasi PINA, dikatakan Wismana, mengucurkan dana hingga angka Rp10 triliun. Selain jalan, pembangunan infrastrukturnya meliputi pengairan, bandar udara, serta pembangunan perumahan.

"Walaupun terdiri atas dua negara, saya percaya kerja sama ini akan membentuk perekonomian yang luar biasa. Kami siap untuk berkolaborasi dalam kesempatan yang baik ini," tutur Zhu.