Tips Hemat Anggaran Makan di Rumah

Ilustrasi dapur.
Sumber :
  • Dokumentasi Little Cottage on the Pond

VIVA – Bagi para ibu rumah tangga, membeli bahan makanan untuk kebutuhan sepertinya sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan hampir setiap harinya. 

Makanan adalah sumber energi utama untuk kehidupan keluarga, tentunya ibu juga memiliki bujet khusus untuk kebutuhan wajib ini. Sayangnya, seiring keadaan perekonomian yang kurang stabil saat ini, membuat harga bahan makanan juga melonjak naik sehingga menyebabkan pengeluaran menjadi lebih besar.

Sebagai ibu rumah tangga yang bijak dalam hal pengeluaran, tentunya ibu ingin bisa meminimalkan pengeluaran dengan menekan biaya makanan. 

Menekan biaya tidak selalu harus mengurangi porsi makan yang sudah ada. Namun, bagaimana caranya ibu mengatur dan menata ulang pengeluaran untuk makanan tersebut agar pengeluaran tidak membengkak di setiap bulannya. 

Ahli keuangan menyatakan, untuk berhemat ibu juga harus pandai menyimpan makanan. Berikut ini lima cara mudah dari Cermati.com, yang bisa para Ibu rumah tangga lakukan untuk menghemat biaya makan di rumah.

1. Gunakan freezer pada kulkas

Salah satu masalah makanan yang sering muncul adalah, saat jumlah makanan masih banyak tapi tidak bisa dikonsumsi karena sudah basi. Hal tersebut tentu sangat disayangkan bukan, mengingat kita sudah membeli bahan makanan tersebut dalam jumlah cukup banyak. 

Agar tidak terulang lagi dan untuk lebih berhemat juga, sebaiknya ibu maksimalkan fungsi freezer di lemari es.  Freezer di dalam Kulkas ternyata tidak hanya digunakan untuk menyimpan daging atau es saja. 

Makanan lain seperti kentang, telur, olahan ayam, terigu, beras hingga biji-bijian ternyata bisa Ibu simpan di dalam freezer. Dengan begitu, bahan makanan tersebut akan lebih tahan lama, tanpa takut akan menjadi basi dan masih bisa dimakan tentunya.

2. Membeli makanan yang lagi musim

Ini merupakan peringatan bagi para ibu dan keluarga yang mungkin sangat suka membeli bahan makanan impor. Makanan impor memang bervariasi, namun ketersediaanya tidak selalu ada di setiap bulannya. 

Selain itu, harga produk impor juga lebih mahal dari produk lokal. Sebaiknya, Anda lebih banyak membeli makanan yang sedang musim yang ada di setiap musim, seperti daging, sayur, dan produk lokal lainnya yang mudah dijumpai.