2018, Siap-siap Hadapi Ransomware Ganas

Ilustrasi virus komputer.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

Belum lagi ancaman ransomware semacam Wannacry yang kemungkinan besar hadir kembali di tahun 2018.

“Wannacry dan Nopetya hanya dua dari ribuan ransomware yang tercuri dari CIA. Kita tak pernah tahu kapan dan di mana ransomware lainnya akan mereka deploy. Persiapan terbaik adalah pemerintah menyusun standard operasional procedure menghadapi serangan ransomware ini, agar tidak cepat meluas ke infrastruktur strategis tanah air,” terangnya.

Pratama menjelaskan, bila Badan Siber dan Sandi Negara sudah efektif berjalan, seharusnya SOP menghadapi serangan ransomware seperti Wannacry bisa dengan mudah dilaksanakan dan disosialisasikan. Belum lagi serangan siber yang bisa langsung menginfeksi smartphone, juga harus menjadi perhatian serius.

“Ransomware yang akan masif menyerang ke depan diperkirakan juga sudah bisa menginfeksi smartphone Android, juga iOS pada iPhone. Dari bocoran Wikileaks bahkan malware semacam itu memang sudah dikembangkan oleh CIA, sehingga negara memang sudah sepatutnya waspada,” jelasnya.

Ancaman serangan pada individu memang diperkirakan akan terus naik tajam. Perkembangan teknologi membuat adopsi Internet of Things (IoT) semakin tinggi. Belum lagi penggunaan smartphone untuk transaksi, bisa dilihat dari gencarnya investasi di sektor ini, seperti investasi Jack Ma di Tokopedia. Semua perkembangan ini wajib diikuti dengan peningkatan keamanan siber di semua aspek.