Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Senin, 11 Mei 2020 | 00:52 WIB

Perusahaan Kartu Kredit Didesak Memblokir Pembayaran ke Situs Porno

Foto :
  • bbc
BBC Indonesia

 

BBC

 

Baca Juga

Perusahaan kartu kredit besar sebaiknya memblokir pembayaran biaya langganan situs-situs porno di internet, menurut sejumlah kelompok dan aktivis antieksploitasi seksual internasional.

Situs-situs porno "memandang kekerasan seksual, inses, dan rasisme secara erotik" dan memuat konten yang menampilkan kekerasan dan perdagangan seksual, demikian kata 10 aktivis dan kelompok antieksploitasi seksual tersebut dalam sebuah surat yang isinya telah dibaca BBC.

Salah satu situs porno terkemuka, Pornhub, mengatakan "surat itu tidak hanya tidak faktual namun juga sengaja menyesatkan."

MasterCard mengatakan kepada BBC bahwa mereka tengah menginvestigasi situs-situs porno terkait klaim yang disebut dalam surat itu dan akan "mengakhiri hubungan mereka dengan jaringan kami" jika mereka membuktikan adanya aktivitas ilegal yang dilakukan oleh nasabah.

 

 

Ini pertama kalinya aktivis dan kelompok antieksploitasi seksual di lima benua bekerja sama dengan mengirim surat ke perusahaan-perusahaan kartu kredit besar dunia terkait industri film dewasa.

Surat itu telah dikirim ke 10 perusahaan, termasuk tiga operator kartu kredit terbesar yakni Visa, MasterCard dan American Express. Aktivis yang menandatanganinya berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, India, Uganda dan Australia. Mereka menyerukan pemblokiran pembayaran ke situs-situs porno dengan segera.

Salah satu penandatangan surat tersebut adalah organisasi nonprofit konservatif asal AS bernama National Center on Sexual Exploitation (NCOSE) dan beberapa kelompok kepercayaan lain atau kelompok advokasi hak-hak perempuan dan anak.

Dalam suratnya, mereka mengatakan tidak mungkin "mengetahui atau memverifikasi konsen di setiap video yang diunggah di situs porno, apalagi video yang berasal dari webcam" yang "berarti menjadikan situs-situs porno sebagai target untuk pedagang seksual, peleceh anak, dan oknum-oknum lainnya untuk mengunggah video-video nonkonsensual."

"Kita telah melihat jumlah kritik yang meningkat dari berbagai negara di dunia tentang bahaya situs-situs berbagi video porno, dari berbagai aspek, dalam beberapa bulan belakangan," kata Haley McNamara, direktur International Centre on Sexual Exploitation, divisi internasional dari NCOSE dan salah satu penandatangan surat.

"Kami, komunitas antieksploitasi seksual dan penggiat hak-hak anak internasional, meminta institusi keuangan untuk menganalisa peran dan dukungan mereka kepada industri pornografi secara kritis, dan menghentikannya," kata Haley kepada BBC.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Pembobolan Kartu Kredit, Polisi Tangkap 3 Tersangka
TVONE NEWS - 5 bulan lalu
Terpopuler