Begini Cara Kantor Luhut Investigasi Tagihan Listrik Bengkak PLN

Petugas PLN saat memeriksa meteran listrik di suatu rumah susun di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA – Ramainya perbincangan atas bengkaknya tagihan listrik PLN dalam dua bulan terakhir membuat Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi turun tangan. Bahkan, kantor yang dipimpin oleh Luhut Pandjaitan tersebut melakukan investigasi khusus.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan investigasi tersebut dilakukan pihaknya atas banyaknya laporan pengaduan dari para pelanggan PLN yang merasa dirugikan atas tagihan yang tak wajar.

Menurut dia, hingga Kamis 18 Juni 2020 sudah ada 430 laporan yang masuk ke email pelaporan yang dibuat Kemenko Marves. Dari semua laporan tersebut pihak Kemenko Marves langsung mengkrosceknya dengan melakukan video conference ke pelanggan PLN.

"Kemarin sudah saya panggil pihak Kementerian ESDM dan PLN. Dan saya sampaikan ada 430 aduan masyarakat. Dan saya minta 50 persen dari laporan tersebut dikroscek data tagihannya kepada PLN selama setahun terakhir untuk dibandingkan," tegas Purbaya kepada VIVAnews, Kamis 18 Juni 2020.

Ia mengungkapkan, usai mendapat data tagihan dari PLN tersebut pihaknya kemudian melakukan double pengecekan, dan Kemenko Marves akan bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengetahui permasalahan tersebut.  

"Ini juga sekalian mengecek PLN keseluruhan apakah mereka main-main atau engga atas masalah ini. Karena kalau terbukti ada yang janggal dan tak bisa dijelaskan, saya akan suruh balikin uangnya," tegasnya.

Kemudian, Purbaya menuturkan, bila nantinya investigasi tersebut justru tak menemukan adanya kesalahan penghitungan, maka pihaknya akan menjelaskan secara menyeluruh kemasyarakat agar kisruh ini tidak berlarut-larut.

"Semua akan kita cek, masuk akal, apa engga, dari situ bisa kita lihat, termasuk aduan yang ramai soal rumahnya kosong berapa bulan tapi kenapa tagihannya nggak masuk akal," ujarnya.

>