Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Dahlan Iskan Kupas Superholding dan Masalah BUMN yang Dikritik Ahok

Rabu, 23 September 2020 | 15:29 WIB
Oleh :
Foto :
  • vivanews/Andry Daud
Gedung Pertamina Pusat

VIVA – Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengupas tuntas persoalan superholding BUMN yang jadi usulan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sebelumnya, Ahok mengusulkan Kementerian BUMN bubar dan diganti dengan superholding BUMN. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap superholding bisa terealisasi sebelum Presiden Joko Widodo lengser dari jabatannya.

Menurut Dahlan, tak semua negara berhasil membentuk superholding seperti Temasek di Singapura. Dahlan mencontohkan Khazanah Nasional Berhad di Malaysia yang juga mencontoh Singapura.

Baca Juga

Meski Khazanah sudah berbentuk superholding, tak semua BUMN Malaysia menyatu di Khazanah. Petronas, salah satu perusahaan pelat merah yang tetap berada di luar Khazanah.

Baca: Ahok Usul Kementerian BUMN Bubar, Arya Sinulingga: Itu Sudah Ide Lama

Hasil akhirnya tahun 2019, aset Temasek tercatat US$306 miliar. Sedangkan Khazanah hanya US$18 miliar, atau tertinggal dari Petronas yang mencapai US$135 miliar

"Khazanah, -artinya kekayaan-, tidak kunjung seperti Temasek. Bahkan terus tertinggal dari Petronas sendiri," ujar Dahlan dikutip VIVA dari situs pribadinya, Disway.id, Rabu, 23 September 2020.

Menurut Dahlan, Khazanah belakangan ini juga bermasalah. Superholding itu disebut-sebut dijadikan kendaraan oleh Perdana Menteri Najib Razak untuk mencari dana politik. 

Jika tanpa skandal itu pun, lanjut dia, Khazanah juga bukan kelas Temasek. Khazanah tidak kunjung mampu menyelamatkan anak-anak perusahaannya. Salah satunya adalah Malaysian Airlines System yang berkali-kali disuntik uang negara 

"Toh tidak juga bisa keluar dari kesulitan menahun. Apakah Indonesia harus meniru Temasek?" tanya Dahlan. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler