Raih Hermes Award 2020 Hannover Messe, Startup RI Belum Terima Hadiah

Hermes Startup Award 2021 di ajang Hannover Messe
Sumber :
  • Doc Hannover Messe

VIVA – Startup bidang Tekonologi Pertanian asal Indonesia, PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) meraih Hermes Startup Award 2020 di ajang Hannover Messe Jerman tahun 2020. Seremoni penghargaan tersebut telah dilaksanakan secara daring pada acara Hannover Messe Digital Days, pada Selasa, 14 Juli 2020.

Berdasarkan informasi yang dirilis website Hannover Messe, disebutkan bahwa pemberian piala dan hadiah kepada peraih award tahun 2020 akan diberikan pada seremoni pembukaan Hannover Messe tahun 2021. 

Pengamatan VIVA, selama rangkaian seremoni pembukaan Hannover Messe 2021 yang dimulai sejak 12 April lalu, pemberian hadiah kepada pemenang atau perwakilan pemenang tidak pernah dilaksanakan.

Dihubungi VIVA secara terpisah, Co Founder PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), Bayu Dwi Apri Nugroho membenarkan kondisi tersebut. 

"Kami belum menerima trophy maupun hadiah uang senilai kurang lebih 10,000 Euro. Kami akan menghubungi Hannover Messe setelah ajang ini berakhir pekan ini," kata Bayu 

Sementara itu, VIVA sudah menghubungi pihak Hannover Messe untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Namun hingga kini belum memberikan jawaban yang jelas atas kejadian ini. 

Hannover Messe mulai memberikan Hermes Award kategori Startup pada 2020. Dewan Juri yang diketuai Prof. Dr. Reimund Neugebauer, Presiden pusat penelitian Frauenhofer-Gesellschaft, memilih startup asal Indonesia PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa, sebagai penerima award. 

PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa hadir di ajang tersebut dengan konsep Smart Farming 4.0. Konsep ini merupakan salah satu jalan keluar bagi petani menghadapi tantangan perubahan iklim dengan menggunakan alat sensor dan apps, untuk meningkatkan produksi pertanian, termasuk mengurangi pemakaian pupuk dan air.

Tahun ini, Indonesia adalah partner country atau Tamu Kehormatan pada Hannover Messe 2021 (12 - 16April 2021), untuk kedua kalinya setelah tahun 1995. Sedianya, Indonesia sebagai Partner country dilaksanakan pada 2020, tetapi pandemi COVID-19 yang melanda dunia, membuat pelaksanaan pameran industri dan solusi teknologi terbesar itu tertunda hingga setahun.

Laporan: Miranti Hirschmann/Jerman