Munas Kadin di Bali Ditunda, Begini Nasib Ribuan Bookingan Hotel?

Ilustrasi kamar hotel
Sumber :
  • towerpark

VIVA – Polemik soal tertundanya Munas Kadin Indonesia di Bali pada awal Juni 2021 kemarin, masih mengalami dinamika yang belum menunjukkan kejelasan terkait kepastian pelaksanaannya.

Di sisi lain, sejumlah sektor yang sebelumnya sempat diiming-imingi oleh besarnya potensi kunjungan wisata ke Bali, usai pemerintah mempromosikan wacana 'Work From Bali' beberapa waktu lalu, akhirnya terpaksa harus gigit jari dan menjerit dengan tertundanya acara Munas Kadin Indonesia tersebut.

Hal itu sebagaimana yang diutarakan oleh salah seorang pengusaha di bidang Perhotelan, Transportasi, dan Travel di Bali, Misto Leo Faisal, yang mengaku sempat mendapat bookingan dari acara pemerintahan dan Munas Kadin yang rencananya digelar di Bali pada 2-5 Juni 2021 lalu.

"Awalnya sudah direstui oleh Pak Gubernur, Pak Jokowi, dan Pak Menteri Pariwisata, Bang Sandiaga Uno. Tapi tiba-tiba dibatalkan H-5, sakit enggak hati rasanya?" ujar Faisal kepada VIVA, Rabu 9 Juni 2021.

Dia mengakui pembatalan hanya beberapa hari menjelang hari-H pelaksanaan Munas Kadin Indonesia tersebut, sangat terasa secara bisnis dan keuangan perusahaannya. 

"Karena kita kan ibaratnya sudah mengharap hujan, dan hujan tiba-tiba enggak mau jatuh, batal," ujarnya.

Mengenai bagaimana kerugian secara hitungan bisnis, Faisal menjelaskan ada puluhan organisasi di bawah Kadin Indonesia, yang biasanya kerap datang bersama rombongan ke sebuah daerah di mana Munas Kadin diselenggarakan.
 
Faisal memastikan bahwa total jumlah wisatawan yang datang dengan animo Munas Kadin setidaknya bisa mencapai sekitar 4.000-an orang.

"Karena mereka juga bawa keluarga, kolega, atau bahkan temannya," kata Faisal.

Di sisi lain, Dia pun memprediksi bahwa paling tidak sekitar 4.000 kamar hotel pun sebenarnya sudah bisa terisi, dengan adanya Munas Kadin yang seharusnya dilaksanakan di Bali tersebut. Hingga kemudian, tiba-tiba muncul wacana bahwa acaranya akan dipindah ke lokasi atau kota lain.

"Secara bisnis, kami merasa dirugikan oleh orang-orang yang tidak mengutamakan kepentingan pariwisata di Bali. Karena kami di Bali ini 80 persen dari pariwisata. Jadi berapa potensi kehilangan pendapatan dari terkendalanya acara Munas Kadin di Bali ini banyak sekali, dan tidak bisa saya sebutkan di sini," kata Faisal.

"Yang jelas, bukan saya saja yang merasa dirugikan. Kalau dari semua sektor pariwisata di Bali mulai dari hotel, transportasi, travel, dan restoran, itu banyak sekali. Kamar hotel saja informasinya sudah ada 2.000-an kamar yang kemarin sudah di DP," ujarnya.