Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Mengintip Efektivitas Relaksasi PPN Dongkrak Sektor Properti

Selasa, 15 Juni 2021 | 01:27 WIB
Foto :
  • ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Ilustrasi proyek perumahan.

VIVA – Geliat industri properti yang terjadi sejak awal tahun ini tidak terlepas dari relaksasi aturan pajak pertambahan nilai (PPN) sektor perumahan yang dikeluarkan Pemerintah. Salah satunya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021. 

Diketahui, dalam aturan itu Pemerintah memberikan insentif PPN untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga maksimal Rp5 miliar. Insentif itu berlaku enam bulan, mulai dari 1 Maret hingga 31 Agustus 2021.

Baca Juga

Insentif itu mensyaratkan, pembelian rumah yang mendapatkan fasilitas itu adalah yang baru dan diserahkan dalam kondisi siap huni. Pembeli bisa mendapatkan pembebasan 100 persen PPN yang akan ditanggung Pemerintah untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar. 

Sedangkan untuk rumah dengan harga lebih dari Rp2 miliar sampai dengan Rp5 miliar, Pemerintah akan menanggung 50 persen PPN. Kebijakan itu pun dirasakan oleh para pengembang.

Hal itu tercermin berdasarkan data RealEstate Indonesia (REI) yang menunjukkan kenaikan penjualan rumah mencapai 15 persen pada kuartal I-2021. Kenaikan itu pun diprediksi lebih besar lagi pada kuartal II-2021 seiring dengan mulai pulihnya ekonomi nasional. 

Merujuk pada fakta tersebut DPP REI menyampaikan, para pengembang meminta Pemerintah untuk memperpanjang aturan relaksasi PPN tersebut. Permintaan itu pun didukung oleh pihak perbankan penyalur kredit properti, yaitu BTN.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menjabarkan insentif PPN bagi sektor perumahan itu mendorong minat masyarakat memiliki rumah kembali tinggi di tengah Pandemi COVID-19 saat ini. Hal ini terlihat dari pengajuan KPR yang masuk ke BTN pada kuartal I-2021 mengalami kenaikan signifikan. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler