Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Petani dan Nelayan Kritisi Kebijakan Impor Gila-gilaan Pemerintah

Senin, 20 September 2021 | 05:31 WIB
Foto :
  • ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Aktivitas bongkar muat beras impor asal Vietnam di atas kapal

VIVA – Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) mengkritisi kebijakan impor beberapa komoditas yang dilakukan pemerintah secara besar-besaran hingga periode awal tahun ini.

Ketu Umum PPNSI Slamet menyebutkan kebijakan impor gila-gilan oleh pemerintah imi dilakukan untuk komoditas seperti beras, hortikultura, gula dan garam. Sehingga, menandakan ketidakberpihakan pada petani dan nelayan. 

Baca Juga

Dia mencontohkan, untuk komoditas beras, pemerintah terus impor sejak 2018 sebanyak 2,2 ton atau setara US$1 miliar. Kemudian pada 2019 impor 444 ribu ton US$184 juta, 2020 impor 356 ribu ton US$195 juta dan 2021 impor 242 ribu ton US$110 juta.

"Padahal BULOG menyatakan stok beras di gudang BULOG cukup," kata Slamet di sela-sela Pelantikan Pengurus dan PPNSI, secara online dan offline, Minggu, 19 September 2021.

Baca juga: Napoleon Buat Surat Terbuka, Luruskan Kasus Penganiayaan M Kece

Terkait hal ini, Slamet pun menyayangkan komentar Presiden Joko Widodo yang seperti melakukan sebuah kebohongan publik karena mengatakan sudah dua tahun terakhir Indonesia tidak pernah mengimpor beras. 

Padahal faktanya impor beras ditekankannya hampir setiap tahun terjadi bahkan saat presiden menyatakan demikian, impor beras pada 2021 sudah mencapai 242 ribu ton dengan nilai US$110 juta.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler