Gandeng Sumitomo, KHE Garap Investasi Jumbo PLTA Kayan Rp 270 T

Proyek PLTA Kayan.
Sumber :
  • M Yudha P/VIVA.co.id

VIVA Bisnis – PT Kayan Hydro Energi (KHE) menandatangani kerja sama dengan perusahaan energi asal Jepang, Sumitomo Corporation. Kerja sama itu terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di wilayah Peso, Bulungan, Kalimantan Utara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi penandatanganan kerja sama tersebut. Dia mengaku bangga atas kesepakatan energi terbarukan yang dijalin bersama investor asal Jepang itu.

"Ini suatu kebanggaan bagi pemerintah dapat menyaksikan kerja sama antarkedua negara, antara investor Jepang yakni Sumitomo Corporation dan PT Kayan Hydro Energi," kata Airlangga di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2022.

PLTA Kayan Kalimantan Utara.

Photo :
  • Dokumentasi PT Kayan Hydro Energy (KHE).

Airlangga mengatakan, Presiden Jokowi telah memprioritaskan upaya-upaya perkembangan transisi energi semacam ini. Dia meyakini, pengembangan hydro energi Kayan akan bisa mengembangkan energi sampai 12 Gigawatt.

"Hal itu menjadi perhatian bapak presiden dan juga sudah menjadi bagian dari komitmen Indonesia nett zero emissions," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kayan Hydro Energi (KHE) Andrew Suryali menjelaskan, nilai investasi dari kerja sama ini mencapai US$17,8 miliar atau sekitar Rp 270,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.200 per dolar AS.

"Diharapkan proyek ini dapat menghasilkan listrik hingga mencapai 9 ribu Megawatt," ujar Andrew.

Diketahui, penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Andrew Suryali dari pihak PT KHE, dan Satoshi Matsui sebagai General Manager Infrastructure Business Unit Sumitomo Corporation. Prosesi itu juga turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta duta besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi.

Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.

Photo :
  • Anisa Aulia/VIVA.

PT KHE nantinya akan memanfaatkan area sepanjang sungai Kayan,yang terdiri atas lima bendungan dengan 5-6 unit turbin pembangkit di tiap bendungannya. Tahap pertama PLTA Kayan Cascade akan memiliki kapasitas 900 Megawatt (MW). 

Kemudian tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW. Proyek PLTA Kayan Cascade yang sudah berjalan sejak 2011 ini, nantinya akan menyetor setrum kepada kawasan industri hijau yang dikembangkan PT Indonesia Strategis Industri (ISI), serta untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan.

Saat ini, KHE sedang melakukan pembangunan infrastruktur awal bendungan. Diperkirakan tahun 2023 akan dilanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung bendungan, dan bangunan pengelak (diversion channel) bendungan yang menjadi anak tangga pertama dalam tangga Cascade. Pembangunan itu sendiri ditargetkan selesai tahun 2024, dan mulai bisa digunakan untuk kebutuhan komersial pada tahun 2025 mendatang.