Trump Larang Penggunaan Peranti Senjata Api
- bbc
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah larangan peranti senjata api bernama yang mengubah kemampuan senapan semi-otomatis menjadi seperti senapan otomatis.
Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan dirinya telah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk mengajukan aturan yang menjadikan pembelian dan penjualan ilegal.
"Kami harus berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak kita," ujar Trump, seraya menambahkan dirinya akan membahas keamanan sekolah pekan ini.
Pekan lalu, seorang remaja berusia 19 tahun menembak mati 17 orang di sebuah SMA di Florida.
Insiden ini memicu unjuk rasa menuntut pengetatan hak membawa senjata api.
Para peserta demonstrasi, yang terdiri dari para pelajar beserta orang tua mereka, meneriakkan slogan `Anda memalukan` terhadap Presiden AS Donald Trump dan sejumlah politisi.
Salah seorang penyintas bahkan memaparkan bagaimana Trump dan sejumlah politisi menerima sumbangan uang dari Asosiasi Senjata Nasional (NRA)—sebuah organisasi yang mendorong hak bersenjata bagi rakyat AS.
Intinya, adalah aksesoris senjata api yang dapat meningkatkan kemampuan senapan semi-otomatis.
Alih-alih menekan pemicu setiap kali hendak menembak, seorang pengguna senapan semi-otomatis yang menggunakan pada bagian popor senapan hanya menahan pemicu dengan jarinya sehingga peluru menyembur secara kontinyu seperti layaknya senapan otomatis.
Harga berkisar US$100 atau Rp1,3 juta dan bisa dibeli tanpa melalui pemeriksaan latar belakang.
Aksesoris ini digunakan oleh , pada Oktober tahun lalu, yang menewaskan 58 orang dan mencederai lebih dari 500 orang.
Hasil analisa audio menunjukkan bahwa sang pelaku, Stephen Paddock, mampu memuntahkan 90 peluru dalam 10 detik dari kamarnya di Mandalay Bay Resort and Casino.
Sejumlah pakar menilai Paddock, yang bunuh diri seusai melakukan serangan, tidak akan bisa menimbulkan korban sedemikian banyak tanpa penggunaan bump-stock.
Sejumlah anggota parlemen, termasuk Ketua DPR, Paul Ryan, mengaku belum pernah mendengar aksesoris senjata api semacam itu sampai peristiwa penembakan di Las Vegas.
Sesaat setelah insiden tersebut, baik kubu Demokrat maupun Republik sepakat bahwa penjualan harus dilarang.
November lalu, Senator Demokrat, Dianne Feinstein, berinisiatif mengajukan aturan larangan dan peranti lainnya yang meningkatkan kemampuan senapan semi-otomatis.