AS Tahu Risiko Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un

Donald Trump dan Kim Jong-un
Sumber :
  • bbc

Direktur Badan Intelejen AS, CIA, Mike Pompeo membela keputusan Donald Trump untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dengan mengatakan presiden memahami risikonya.

“Trump tidak melakukannya untuk bersandiwara, dia akan ke sana untuk mengatasi masalah," kata Kepala Intelejen AS dalam wawancara dengan Fox News Sunday.

Presiden telah mengatakan bahwa pertemuan itu dapat menghasilkan "kesepakatan yang terbesar di dunia".

Namun kritik menyebutkan jika pertemuan berlangsung kurang baik, maka posisi kedua negara akan lebih buruk dibandingkan sebelumnya.

Sejuah ini belum pernah ada Presiden AS bertemu dengan pemimpin Korea Utara. Trump dilaporkan menerima tawaran tersebut secara langsung ketika utusan Korea Selatan menyampaikan undangan tersebut pada Kamis lalu. Keputusan Trump itu mengejutkan pemerintahannya.

Upaya negosiasi pemberian bantuan yang ditukar dengan kesepakatan melucuti senjata telah gagal sejak 2003 lalu, setelah Korea Utara menarik diri dari Pakta Non-Proliferasi Nuklir NPT.

Pompeo mengatakan kepada CBS bahwa pemerintah telah "membuka mata lebar-lebar" terhadap tantangan untuk berurusan dengan Korea Utara.

Dia mengatakan bahwa Korut ingin melakukan pembicaraan karena pemberian sanksi yang dipimpin oleh AS itu telah memukul ekonominya.

"Tidak pernah terjadi sebelumnya Korea Utara dalam posisi ekonomi yang begitu berisiko, di mana pemimpin mereka berada dalam tekanan," jelas dia pada Fox News.

Pejabat tinggi Gedung Putih lainnya, Menteri Keuangan Steve Mnuchin, menekankan bahwa target pembicaraan adalah menyingkirkan senjata nuklir di Semenanjung Korea, dan menyampaikan kembali bahwa AS berharap tidak ada uji coba rudal atau nuklir menjelang pertemuan.

Para politisi dari kedua partai besar di AS, Republik dan Demokrat, menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap rencana pertemuan Trump-Kim.

Senator Partai Republik Cory Gardner mengatakan kepada CBS bahwa dia menginginkan "langkah yang nyata dan konkret untuk denuklirisasi" sebelum pertemuan berlangsung.

Senator Republik yang lain, Jeff Flake, mengatakan kepada NBC bahwa dia pesimistis mengenai apakah denuklirisasi merupakan target yang realistis.

Di saluran televisi yang sama, Senator Demokrat Elizabeth Warren menyampaikan kekhawatiran bahwa Departemen Luar Negeri AS tidak memahami metode yang dilakukan Pyongyang.