Syahrini, Holocaust, dan Kontroversi Tak Pernah Selesai
- bbc
"Bagus ya, di tempat Hitler bunuh-bunuhan dulu," kata penyanyi Syahrini melalui akun Instagramnya, saat dia merekam video sepuluh detik di Memorial Holocaust di Berlin, Jerman.
Video yang diunggah Syahrini di akun yang punya 20,7 juta pengikut ini pun memicu kontroversi.
Memorial Holocaust atau Memorial to The Murdered Jews of Europe yang terletak di Berlin adalah monumen yang dibangun untuk memperingati terbunuhnya sekitar 6 juta Yahudi di Eropa akibat kekejaman Nazi.
Tak hanya dibicarakan di Indonesia, berbagai media internasional juga menulis tentang kejadian ini, seperti situs tz.de maupun Berliner Morgenpost.
Menanggapi kritikan, Syahrini pun menghapus postingan tersebut di media sosial. Dia juga menghapus foto di mana dia berpose di atas salah satu struktur monumen. Foto di Tembok Berlin, tetap disisakan.
"Pada video yang saya unggah di Instagram yang memicu banyak kontroversi, saya tidak bermaksud bilang "bagus" mengacu pada Holocaust, tapi pada desain Memorial yang impresif," kata Syahrini dalam bahasa Inggris melalui Instagramnya.
Pembelaan Syahrini selengkapnya bisa dibaca di bawah.
Postingan berisi penjelasan tersebut medapatkan 95 ribu likes. Meski sudah memberikan klarifikasi, netizen kembali mengkritiknya melalui kolom komentar karena Syahrini tidak minta maaf.
"Tidak ada kata maaf, bahkan menurut saya tidak ada kata menyesal... Yang dipermasalahkan bukan kata "Bagus" aja, tapi kalimat "Bagus ya tempat Hitler bunuh-bunuhan dulu","kata akun @drh.christina_mariantje.
"Ngetik panjang2 tapi kata yg paling penting g dsebutin, padahal kan cuma 1 kata, mana kata MAAF nya?" kata akun @alif_arjuna_ismail.
Syahrini bukan orang pertama yang memicu kontroversi karena tak sensitif soal Holocaust. Di Bandung, sebuah kafe bernama Soldaten Kaffee der Kommandantur Gross sempat menjadi perhatian karena memajang foto Hitler, simbol Nazi dan lambang-lambang SS. Artis Ahmad Dhani pun sempat menjadi sorotan ketika dia mengenakan seragam yang dianggap mirip seragam komandan pasukan elit Nazi, Schutzstaffel, SS.
Di Yogyakarta, museum swasta dikritik karena memajang patung Hitler untuk teman selfie para pengunjung museum. Patung Hitler dipajang di depan foto kamp konsentrasi di Auschwitz-Birkenau Polandia.