Merasa Terancam, Najib Razak Minta Perlindungan Polisi

Polisi bersiap memuat barang-barang sitaan ke dalam truk di Kuala Lumpur, 18 Mei 2018. Polisi Malaysia menyita 284 kotak tas desainer dan lusinan tas berisi uang dan perhiasan dalam penggeledahan di sejumlah properti terkait Najib Razak.
Sumber :
  • abc

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak khawatir akan keselamatannya dan meminta perlindungan polisi, sehari setelah tindakan polisi menggeledah rumahnya untuk mencari bukti korupsi.

Setelah memerintah Malaysia selama hampir 10 tahun, Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, dilarang meninggalkan negara itu menyusuk kekalahan koalisi Barisan Nasional yang dipimpinnya pada pemilu 9 Mei.

Pemerintahan baru yang dipimpin Mahathir Mohamad menginginkan jawaban atas bagaimana miliaran dolar menghilang dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sebuah dana negara yang didirikan oleh Najib.

Najib secara konsisten telah membantah semua tuduhan, tetapi citranya tidak terbantu oleh reputasi istrinya yang gemar belanja barang-barang mewah.

Sebelumnya pada hari Minggu, Najib dan istrinya meninggalkan Kuala Lumpur untuk menghabiskan waktu di daerah asal Najib di Pahang, setelah merasa malu dengan penggeledahan polisi di rumah mereka dan properti lainnya di ibukota selama beberapa hari terakhir.

Sebelum pergi ke daerah pemilihannya, Najib meminta perlindungan polisi, meskipun polisi telah ditempatkan di luar rumahnya selama seminggu terakhir dan dia masih melakukan perjalanan dengan pengawalan polisi.

"Najib telah mengajukan laporan polisi meminta perlindungan untuk dirinya dan keluarganya karena mereka takut akan keselamatan mereka setelah Pemilihan Umum ke-14," kata juru bicara Najib kepada kantor berita Bernama.

Video Player failed to load. Malaysian police raid the home of former prime minister...

Play

Press play then disable your screen reader. Use space bar to pause or play, and up and down arrows to control volume. Use left arrow to rewind and right arrow to fast forward.

Malaysian police raid the home of former prime minister Najib Razak (Photo: AP) ( ABC News )

Suratkabar Malay Mail melaporkan Najib mengajukan perlindungan saksi dari polisi karena "ancaman yang jelas dibuat".

Baik Bernama atau Malay Mail tidak memberikan indikasi tentang sumber ancaman apa pun, dan juru bicara Najib tidak dapat segera mengomentari laporan ketika dihubungi.

Selama dua hari terakhir, orang Malaysia dengan seksama menyaksikan rekaman para petugas yang mengeluarkan tas dan kotak dari properti terkait Najib yang ditayangkan di saluran-saluran berita dan diunggah ke platform media sosial.