Tantangan Berpuasa di 'Negeri Para Dewa'

Umat Muslim Indonesia jelang berbuka puasa di Athena Yunani.
Sumber :
  • KBRI Athena

VIVA – Allahu Akbar...Allahu Akbar.. terdengar suara azan Magrib memanggil, waktunya berbuka puasa. Sekumpulan masyarakat Indonesia di Yunani memulai buka puasa dengan menikmati takjil yang didominasi oleh buah kurma, anggur, cherry, dan sebagainya. Senandung azan melalui suara gadget tersebut menjadi pertanda akan waktu berbuka puasa maupun sahur.

Ya, karena di Yunani suara azan tidak akan terdengar dari masjid-masjid seperti di Indonesia. Meskipun banyak bangunan di Yunani berbentuk kubah, bangunan tersebut bukanlah masjid, melainkan gereja Orthodoks yang mirip sekali dengan masjid.

Ramadan selalu menjadi tamu yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim, termasuk masyarakat Muslim yang tinggal di Yunani, yang dikenal sebagai “Negeri Para Dewa”. Menjalani puasa di luar negeri seperti Yunani memiliki tantangan tersendiri, khususnya di musim panas seperti tahun ini, demikian ungkap Kedutaan Besar Republik Indonesia di Athena.

Datangnya musim panas yang ditandai dengan Matahari muncul lebih awal dan terbenam lebih lambat menyebabkan waktu puasa di Yunani menjadi lebih panjang dari Indonesia atau sekitar 16 jam per hari. Setiap hari selama bulan Ramadan, waktu puasa dimulai pukul 04.00 pagi dan diakhiri sekitar pukul 20.45.

Dengan situasi seperti ini, masyarakat Muslim dituntut agar pintar-pintar menyiasati untuk menjaga kondisi badan sambil tetap menaati kewajiban sebagai Muslim.

Hal lain yang membuat puasa di negara bukan mayoritas Muslim tersebut terasa lebih berat adalah besarnya godaan untuk membatalkan puasa. Pusat kota Athena Yunani tidak pernah kehabisan kafe yang menyediakan kopi, teh, atau roti yang menggugah selera.

Banyaknya makanan dan minuman yang terlihat mengundang di bulan puasa tentu menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim. Apalagi tidak seperti di Indonesia, tidak ada terpal yang menutupi kedai makanan dan minuman tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa melihat segelas kopi dingin di udara panas terik, pasti menimbulkan keinginan untuk ikut menenggaknya. Kalau sudah seperti ini, lebih baik cepat-cepat menyingkir ke tempat dingin untuk mengenyahkan pikiran yang berpotensi membatalkan puasa tersebut.

Pesantren Kilat

Berbeda dengan di Indonesia, di mana selama bulan Ramadan televisi-televisi akan dipenuhi oleh siraman rohani, masyarakat muslim di Yunani hanya dapat melakukannya melalui Youtube atau menonton live streaming dari televisi nasional Indonesia. Hal yang menggembirakan pada setiap bulan Ramadan adalah dengan adanya pesantren kilat yang dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Athena bekerja sama dengan Komunitas Muslim Indonesia di Yunani (Rohis IKKIY).