Seberapa Sering Kepala Negara Merelakan Gajinya Dipangkas?
- bbc
Presiden Meksiko yang baru terpilih, Andres Manuel Lopez Obrador, menyatakan bersedia gajinya dipangkas sampai 60% mulai dari saat pertama menjabat pada Desember mendatang.
Kandidat berhaluan sayap kiri itu kini akan menerima gaji setara dengan US$5.707 (Rp82,2 juta) per bulan dan tidak ada pejabat lain yang akan menerima gaji melampaui dirinya.
Lopez Obrador juga bertekad menjadikan kediaman resmi kepresidenan, Los Pinos, sebagai pusat kebudayaan untuk umum.
Politikus Meksiko ini jelas bukan kepala negara pertama yang berjanji memangkas gaji.
Menurut Dr Philipp Koeker dari Universitas Leibniz University, Hannover, Jerman, yang mengkaji upah presiden di Eropa, pemangkasan seperti itu adalah sikap populis yang kerap ditempuh untuk menunjukkan bahwa sang pemimpin dekat dengan rakyat dan bukan dari kalangan elite.
BBC meninjau sejumlah kepala negara yang melakukan hal serupa.
Presiden baru terpilih Meksiko, Andres Manual Lopez Obrador. - Getty Images
Sekedar catatan, ada perbedaan makna antara gaji resmi dan pendapatan sebenarnya perdana menteri atau presiden sehingga tidak selalu mudah mengetahui pemasukan total kepala negara.
Ada kalanya upah seorang perdana menteri atau presiden belum mencakup berbagai tunjangan yang didapat mereka.
Meski demikian, ada perbedaan mendasar soal gaji para kepala negara di seluruh dunia.
Perdana Menteri Singapura disebut-sebut sebagai penerima upah terbesar, yaitu lebih dari US$2 juta (Rp28,8 miliar) per tahun. Jumlah itu sama dengan gaji tertinggi para bos di sektor swasta negara tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mendapat £150.000 (Rp2,8 miliar) per tahun, lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang hampir £200,000 (Rp3,7 miliar).
Nilai itu sangat besar dibandingkan Presiden Cina Xi Jinping yang dilaporkan menerima US$22.000 (Rp317 juta) per tahun.
Mantan Presiden Uruguay, Jose Mujica, saat diwawancarai pada 2014. - AFP
Siapa lagi yang gajinya dipangkas?
Jose Mujica, yang dijuluki `presiden termiskin di dunia` semasa berkuasa di Uruguay pada periode 2010-2015, rela gaji bulanannya sebesar £7,500 (Rp141,4 juta) dipotong sampai 90%.
Mujica juga mengabaikan fasilitas kepresidenan, seperti mobil mewah. Dia memilih mengendarai Volkswagen Beetle usang dan tinggal di rumah sederhana alih-alih istana kepresidenan.