Polisi Mesir Tewas Saat Menjinakkan Bom di Dekat Gereja Koptik

Security forces guarded streets approaching the church - AFP/Getty
Sumber :
  • bbc

Seorang polisi tewas ketika mencoba menjinakkan bom di luar gereja Kristen Koptik di Mesir, kata pejabat keamanan.

Petugas polisi Mustafa Abid adalah spesialis dalam penjinakan ranjau. Ledakan itu melukai dua petugas lainnya dan seorang saksi mata.

Bom itu adalah salah satu dari dua bom disembunyikan di dalam tas yang diletakkan di atap sebuah gereja di Kota Nasr, tak jauh dari Kairo.

Insiden ini terjadi sebelum umat Koptik Mesir merayakan hari Natal mereka.

Sekitar 10 persen dari populasi Mesir adalah orang Koptik. Banyak yang menyebut negara melakukan persekusi terhadap mereka dan tidak memberikan perlindungan yang cukup.

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi, yang menyatakan dirinya pembela umat Kristen melawan ekstrimis, dijadwalkan membuka Katredal Kelahiran pada hari Minggu (06/01) waktu setempat di luar ibukoa, sehari sebelum natal Koptik pada 7 Januari.


Katredal baru ini dijadwalkan dibuka oleh Presiden Mesir pada Minggu (06/01). - EPA

Belum ada kelompok yang mengklaim serangan itu, namun pemberontak Islam telah secara teratur menyerang orang-orang Koptik di masa lalu.

Lebih dari 100 telah terbunuh dalam serangan oleh jihadis sejak 2016.

Oktober lalu, 17 orang dijatuhi hukuman mati karena keterlibatan mereka dalam serangan bom di gereja-gereja Koptik .

Dan bulan berikutnya, polisi membunuh 19 gerilyawan Islam yang dituduh menyerang orang-orang Kristen dalam baku tembak .

Siapakah orang Kristen Koptik?

Gereja Ortodoks Koptik adalah Gereja Kristen utama di Mesir. Sementara kebanyakan orang Koptik tinggal di sana, sekitar satu juta anggota tersebar di luar negeri.

Orang-orang Koptik percaya bahwa iman mereka berasal dari sekitar tahun 50 Masehi, ketika Santo Markus dikatakan telah mengunjungi Mesir. Kepala gereja mereka disebut Paus, dan dianggap sebagai penerus Santo Markus.

Gereja Koptik memisahkan diri dari denominasi-denominasi Kristen lainnya saat Konsili Khalsedon pada tahun 451, karena perselisihan mengenai sifat manusia dan ilahi dari Yesus Kristus.

Paus Koptik saat ini, Tawadros II, menjauh dari media sosial bulan lalu dengan menutup halaman Facebook resminya.